Bayangkan seorang remaja yang menghabiskan tujuh jam sehari di TikTok. For You Page-nya dipenuhi hiburan dan tren viral. Tidak satu pun konten jurnalistik serius pernah muncul di sana — bukan karena remaja itu tidak peduli dunia, melainkan karena mesin yang bekerja di balik layar sudah memutuskan itu bukan konten yang relevan untuknya. Angka tujuh jam ini bukan fiksi, melainkan dari studi bersama Kementerian terkait di Indonesia.
Di sinilah persoalannya bergeser dari “apakah AI menggantikan jurnalis” menjadi pertanyaan yang lebih fundamental: apakah jurnalisme masih bisa mencapai publik?
Lalu, Apakah Jurnalisme Benar-Benar Akan Mati?
Jawaban singkatnya: tidak. Tapi jawabannya jauh lebih rumit dari itu.
Nany Afrida dari AJI menegaskan bahwa ancaman sesungguhnya bersifat struktural, bukan teknologikal semata. Meluasnya PHK dan menyempitnya lapangan kerja jurnalis, dalam pandangannya, akan berdampak langsung pada kualitas informasi yang diterima publik — dan itu adalah masalah demokrasi, bukan sekadar masalah industri.
Sementara Mustafa, salah satu tokoh pers Indonesia, melihatnya dari sudut lain. Dikutip Tirto.id pada Mei 2025, ia menyatakan: “Meskipun industri media mengalami guncangan, pers itu tidak akan pernah mati selama pelaku-pelakunya memegang teguh etika jurnalistik dalam bekerja. Walaupun di tengah gempuran konten kreator dan media baru, pers yang berkualitas tidak akan pernah mati.”
Riset JournalismAI dari London School of Economics yang menyurvei lebih dari 100 organisasi berita di 46 negara menyimpulkan dengan hati-hati: AI adalah “ancaman potensial terhadap integritas informasi dan media berita, namun juga merupakan peluang luar biasa untuk menjadikan jurnalisme lebih efisien, efektif, dan dapat dipercaya.”
Yang Perlu Diingat
Krisis yang dialami jurnalisme hari ini bukan semata-mata karena AI. Krisis ini adalah akumulasi: hilangnya model bisnis, terkonsentrasinya iklan di tangan raksasa teknologi, pergeseran perilaku konsumsi informasi, dan melemahnya kepercayaan publik terhadap media — ditambah kini oleh AI yang mempercepat semuanya sekaligus.





