JAKARTA — Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus, SJ, memulai kunjungan apostoliknya di Indonesia pada Selasa (3/9/2024). Lawatan ini merupakan bagian dari misi perjalanannya di kawasan Asia-Pasifik.
Selama kunjungannya hingga 6 September 2024, Paus ke-266 Gereja Katolik ini akan melakukan serangkaian kegiatan di Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan ke negara lainnya.
Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia kali ini menyiratkan pesan kesederhanaan yang mendalam. Meski memimpin lebih dari 3.000 keuskupan, 400 ribu Gereja Paroki, dan sekitar 1,378 miliar umat Katolik di seluruh dunia, serta memiliki status sebagai Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus memilih menempuh kunjungannya dengan cara yang sangat sederhana.
Mantan Uskup Agung Buenos Aires yang terpilih sebagai Paus pada Konklaf Kepausan 2013 ini terbang ke Indonesia dengan menggunakan pesawat komersial ITA Airways, disambut dengan mobil sederhana Toyota Kijang Innova Zenix, dan menginap di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta.
Sikap sederhana yang ditunjukkan Paus Fransiskus ini mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh Indonesia. Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menteri Agama RI periode 2014-2019, menyampaikan kekagumannya atas kesederhanaan Paus Fransiskus selama di Indonesia.
“Saya mendengar kabar bahwa Bapak Sri Paus akan datang ke Indonesia dengan pesawat komersial, menginap di Kedutaan Besar Vatikan, dan menggunakan mobil Toyota Kijang selama di Jakarta. Kesederhanaan beliau sungguh mengagumkan,” ungkap Lukman.
Apresiasi juga datang dari Alissa Wahid, putri sulung Presiden ke-4 RI, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam tulisannya di rubrik “Udar Rasa” Kompas, Alissa Wahid memuji Paus Fransiskus sebagai sosok yang mewujudkan nilai-nilai zuhud. Ia menilai bahwa Paus Fransiskus mengambil inspirasi dari Santo Fransiskus dari Asisi dalam menjalani hidup sederhana, yang mencerminkan sikap zuhud, sebuah konsep dalam Islam yang menggambarkan seseorang yang tidak lagi mementingkan kenikmatan duniawi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyampaikan pandangannya. Ia menilai kesederhanaan Paus Fransiskus yang memilih menggunakan pesawat komersial dan menginap di kedutaan daripada hotel berbintang merupakan teladan yang patut dicontoh. “Hal ini menunjukkan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi penting bagi para pemimpin bangsa di tingkat nasional dan ranah global,” ujar Haedar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2024).





