Kesederhanaan Paus Fransiskus Dinilai Bisa Menjadi Cermin bagi Pemimpin Agama di Indonesia

Paus Fransiskus tiba di Bandara Intenasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (3/9/2024). (Dok. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.)

Berikut fakta menarik sekaligus teladan kesahajaan Paus dalam kunjungannya ke Indonesia.

  • Pakai Pesawat Komersial

Berdasarkan pantauan dari siaran langsung kedatangan Paus Fransiskus, Paus mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, tidak menggunakan pesawat jet pribadi tapi menggunakan pesawat komersial ALITALIA  pukul 11.25 WIB.

Paus kelahiran Argentina pada 87 tahun lalu itu diketahui menempuh perjalanan dari Italia ke Jakarta menggunakan pesawat Airbus yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan asal Italia, ITA Airways, penerus dari maskapai Alitalia yang sudah bangkrut. Dari data di Flight Radar yang melacak penerbangan Paus, ia menggunakan pesawat komersial tipe A330-941 buatan Airbus, perusahaan pembuat pesawat terbesar di dunia yang berbasis di Eropa.

Bacaan Lainnya

A330-900 sendiri adalah jenis terbesar dalam keluarga A330neo buatan Airbus. Varian -900 ini bisa menjangkau jarak 13.330 kilometer dengan konfigurasi antara 260 sampai 300 penumpang dalam 3 kelas, lebih besar dari versi -800. Nama lain pesawat tipe ini adalah A339.

  • Pilih Pakai Mobil Toyota Innova Zenix

Kesederhanaan Paus adalah memilih mobil Toyota Innova Zenix ketimbang mobil mewah layaknya pejabat di Indonesia. Hal ini dikonfirmasi oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Selain itu dalam pantauan juga terlihat bahwa Paus memilih duduk di depan atau sebelah supir dibandingkan duduk di kursi tengah.

  • Tolak Hotel berbintang, Pilih Menginap di Kedubes Vatikan

Bukan hotel ataupun istana negara yang ditunjuk sebagai tempat bermalam Paus Fransiskus selama berada di Indonesia. Alih-alih, Paus Fransiskus justru lebih memilih kompleks Nunsiatur Apostolik (Kedutaan Besar Takhta Suci Vatikan) di Indonesia sebagai tempat menginapnya selama tiga malam.

Sementara itu, pasukan pengamanan pribadi Paus atau yang dikenal sebagai Swiss Guard, diinapkan di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta. Penunjukan Kedubes Vatikan sebagai tempat bermalam Paus Fransiskus di Indonesia sebetulnya tidak terlalu mengejutkan.

Sosok Paus asal Argentina ini memang hampir selalu memilih Kedubes Vatikan sebagai lokasi penginapannya setiap kunjungan ke luar negeri. Bahkan sejak hari pertamanya menduduki Takhta Santo Petrus, Paus Fransiskus sudah menolak untuk tinggal di Istana Apostolik, kediaman resmi Paus di Vatikan. Ia menganggap Istana Apostolik terlalu mewah baginya.

Sebagai alternatif, ia memilih tinggal di salah satu kamar sederhana di Wisma Santa Marta, sebuah wisma yang diperuntukkan sebagai tempat singgah tamu-tamu Paus yang berkunjung ke Vatikan. Keputusan Paus Fransiskus sekaligus membuatnya menyusul jejak dua pendahulunya yang pernah menyambangi Indonesia. Paus Paulus VI (1970) dan Paus Yohanes Paulus II (1989) juga tidak memilih singgah di hotel atau istana saat melakukan kunjungan apostolik ke Indonesia.

Pos terkait