Dikutip dari Katolikana.com, dalam kunjungannya selama dua hari satu malam di Indonesia, Paus Paulus VI memilih untuk bermalam di Kedubes Vatikan di Indonesia. Adapun Paus Yohanes Paulus II yang pernah mengunjungi lima kota selama lima hari empat malam di Indonesia, memilih dua lokasi berbeda sebagai tempat menginapnya selama di
Indonesia. Lokasi pertama adalah Kedubes Vatikan di Indonesia. Selain itu, Paus Yohanes Paulus II juga secara khusus meminta untuk bisa singgah selama satu malam di Seminari Ritapiret, Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan riset Samudrafakta, sebagai pemimpin Gereja Katolik Tertinggi, Sri Paus memegang 3 (tiga) Kaul Pastor Katolik. Dikutip dari Gereja Katolik Paroki Santo Marinus Yohanes, kaul adalah janji yang diucapkan oleh seorang anggota religius (Suster, Frater, Bruder, Imam, dan semua pelayan Gereja Katolik yang terlibat dalam hidup membiara termasuk pastor) di hadapan Allah.
Janji itu sudah dipertimbangkan secara bebas oleh pribadi untuk diucapkan seseorang kepada Tuhan dan dengan sepenuh hati ingin memenuhi janji itu dengan keutamaan yang ada dalam dirinya. Penyerahan diri kepada Tuhan, diwujudkan melalui tiga kaul yang diikrarkan oleh setiap anggota religius, yaitu:
Kaul kemurnian.
Kaul ini merupakan bentuk kasih dan cinta kita kepada Tuhan sehingga kita memutuskan untuk tidak membagi cinta tersebut dengan menikah atau pun membangun keluarga.
Kaul Ketaatan.
Kaul ini menunjukkan bahwa anggota religius berjanji kepada Tuhan untuk taat kepada pimpinan yang sah dalam segala sesuatu yang diperintahkan demi peraturan. Dengan kaul ketaatan hanya ingin menaati kehendak Tuhan karena kehendak Tuhan yang diyakini sebagai yang paling utama dan paling baik, sedangkan kehendak manusia tidak.
Kaul kemiskinan.
Kaul ini berfokus pada pelepasan sukarela hak atas milik atau menggunakan milik tersebut dengan maksud untuk menyenangkan Tuhan. Kemiskinan adalah keutamaan injili yang mendorong hati untuk melepaskan diri dari barang-barang fana.*





