Perjalanan dipimpin Bhante Prakari dari Thailand. Rombongan memulai perjalanan dari Brahmavihara Arama, Kabupaten Buleleng, Bali, dan akan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti Perayaan Waisak Nasional.
Jalur timur yang ditempuh merupakan rute terpanjang, membutuhkan waktu 11 hari melintasi berbagai kabupaten dan kota.
Salah satu peserta, Bhikkhu Beng An asal Malaysia, mengungkapkan keharuan atas sambutan masyarakat Indonesia sepanjang perjalanan.
“Kami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika,” tuturnya.
Irwan menegaskan bahwa Waisak dan perjalanan damai ini bukan milik satu golongan semata, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat lintas agama, suku, dan budaya.***





