Represi terhadap Nasionalisme
Aktivitas politik di masa Pemerintahan Kolonial Belanda cukup dibatasi. Walau Belanda punya tujuan untuk membudayakan dan memodernisasi masyarakat Hindia Belanda melalui Politik Etis—terkadang memberi toleransi terhadap organisasi dan publikasi media dari orang Indonesia asli—namun Belanda juga sangat membatasi konten dari aktivitas-aktivitas ini.
Pada tahun 1929 Pemerintah Belanda menangkap Sukarno serta melarang PNI. Belanda juga menekan banyak organisasi berbasis nasionalisme dan memenjarakan sejumlah pemimpin politik. Meski Belanda tidak dapat sepenuhnya membungkam suara-suara lokal yang menuntut perubahan, mereka berhasil mencegah agitasi secara luas.
Karena situasi tersebut, gerakan-gerakan nyata untuk memperjuangkan kemerdekaan tetap tertahan kendati sentimen nasionalisme tetap tinggi pada tahun 1930-an. Hingga akhirnya Perang Dunia II menyebabkan berbagai perubahan dramatis pada kekuatan politik dunia, yang juga memengaruhi Hindia Belanda.
Proklamasi 23 Januari 1942
Melemahnya posisi Belanda di Indonesia pasca-Perang Dunia II dimanfaatkan oleh masyarakat Gorontalo untuk memerdekakan diri dari belenggu penjajahan. Dalam catatan sejarah, rakyat Gorontalo memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 23 Januari 1942—yang kemudian dikenal sebagai Hari Patriotik 23 Januari 1942 atau Hari Proklamasi Gorontalo. Proklamasi ini terjadi lebih tiga tahun lebih awal daripada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno dan Moh. Hatta di Jakarta pada tahun 1945.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo ini menjadi katalisator tersendiri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Gorontalo pun menjadi salah satu daerah paling awal yang bebas merdeka dan mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia.
Proklamasi 23 Januari 1942 dibacakan oleh Nani Wartabone, didampingi oleh Kusno Danupoyo. Keduanya dikenal oleh rakyat Gorontalo sebagai “Dwi Tunggal” dari tanah Sulawesi. Proklamasi itu dibacakan di halaman Kantor Pos Gorontalo, diikuti pengibaran bendera merah putih sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Naskah proklamasi kemerdekaan yang dibacakan pada hari tersebut adalah sebagai berikut:
“Pada hari ini tanggal 23 Januari 1942,
kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka
bebas lepas dari penjajahan bangsa manapun juga.
Bendera kita yaitu Merah-Putih,
lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya.
Pemerintahan Belanda sudah diambil alih oleh Pemerintah Nasional.
Mari kita menjaga keamanan dan ketertiban”.
Proklamasi Indonesia di Gorontalo ini kemudian menjadi salah satu pemantik semangat pergerakan kemerdekaan para tokoh pejuang nasional, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta.
Revolusi Nasional
Masa pendudukan Jepang di Nusantara selama tiga tahun—1942 – 1945—membawa begitu banyak perubahan sehingga membuka pintu yang memungkinkan berlangsungnya Revolusi Nasional Indonesia.
Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada tahun 1945, Belanda kembali berusaha melanjutkan kendali kolonial mereka atas Hindia Belanda. Untuk tujuan ini, Belanda memperoleh dukungan militer dari Inggris, sehingga terjadi pertempuran berdarah di Jawa untuk memulihkan kekuasaan Belanda. Semangat orang-orang Indonesia untuk merdeka tak bisa dibendung lagi. Mereka berjuang mati-matian demi menjaga muruah nasionalisme dan kebangsaan.
Sejak 1959, tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, disingkat Harkitnas—yaitu hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 316/1959 tanggal 16 Desember 1959.
Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia tentang perjuangan keras para pendahulu untuk mencapai kemerdekaan. Hari ini, peringatan tersebut mengajarkan pentingnya semangat kebangkitan dan kesatuan bangsa dalam mencapai tujuan bersama.
Semangat kebangkitan nasional juga harus terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda. Pendidikan dan pengkajian sejarah kebangkitan nasional harus terus ditingkatkan agar kemahiran sejarah dan nasionalisme dapat mampu mengakar dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia.
Semoga dengan semangat kebangkitan nasional, Indonesia tetap kuat dan merdeka selamanya.
Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional Indonesia!





