Ayat-ayat seperti “Celakalah orang-orang yang curang dalam timbangan” (QS Al-Muthaffifin: 1) menunjukkan bahwa spiritualitas dan keadilan sosial berjalan beriringan.
Marx benar bahwa agama bisa disalahgunakan oleh kekuasaan—ketika ayat dipakai untuk membenarkan ketidakadilan. Tapi kesimpulannya keliru: bukan agama yang meninabobokan, melainkan manusia yang memelintirnya.
Tugas kita hari ini bukan menolak kritik Marx, melainkan membuktikan bahwa iman yang sejati membangkitkan, bukan menidurkan; membebaskan, bukan membelenggu.***
Selengkapnya baca di sini.





