Kalah Telak di Surabaya, PSBS Biak Resmi Turun Kasta ke Championship

PSBS Biak
Kahudi Widodo (tengah) Caretaker Pelatih PSBS Biak. SAMUDRAFAKTA/MASRUROH
Klub kebanggaan Indonesia Timur, PSBS Biak, menjadi tim pertama yang terdegradasi dari Super League musim ini setelah dihantam badai krisis finansial berkepanjangan.

Kabar duka menyelimuti sepak bola Papua. PSBS Biak dipastikan terdepak dari Super League, kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk “Badai Pasifik” tersebut menelan kekalahan pahit dengan skor 0-4 saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (3/5/2026) malam.

Hasil minor ini menempatkan PSBS Biak di peringkat ke-18 klasemen akhir dengan koleksi hanya 18 poin dari 31 pertandingan. Sepanjang musim, tim asal Papua ini tercatat hanya mampu meraih empat kemenangan, enam hasil imbang, dan harus menelan 21 kali kekalahan.

Badai Finansial dan Perjuangan Terakhir

Kejatuhan PSBS Biak musim ini tidak lepas dari krisis keuangan yang melanda manajemen. Diketahui, operasional tim terganggu akibat penunggakan gaji pemain yang berlangsung selama berbulan-bulan sebelum mereka dinyatakan degradasi. Meski dalam kondisi serba terbatas, para pemain tetap menunjukkan profesionalisme dengan menyelesaikan sisa laga musim ini.

Bacaan Lainnya

Caretaker Pelatih PSBS Biak, Kahudi Widodo, tak mampu menyembunyikan rasa harunya usai laga kontra Persebaya. Dengan suara bergetar, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada skuadnya yang tetap berjuang di atas lapangan meski hak-hak mereka belum terpenuhi sepenuhnya.

“Semua sudah tahu bagaimana kondisi kami, tapi anak-anak masih tetap berjuang sampai akhir. Saya mengucapkan terima kasih. Saya berharap manajemen tidak menutup mata akan perjuangan anak-anak,” ungkap Kahudi dengan emosional.

Menatap Musim Baru di Championship

Dengan hasil ini, PSBS Biak harus merelakan posisi mereka di level tertinggi Liga Indonesia. Musim depan, tim asal Biak ini akan mengawali lembaran baru di kompetisi Championship yang merupakan kasta kedua sepak bola nasional.

Manajemen kini diharapkan segera melakukan pembenahan internal secara menyeluruh agar “Badai Pasifik” bisa segera bangkit dan kembali bersaing di kasta tertinggi pada masa mendatang. Publik sepak bola Papua kini menanti langkah nyata dari para petinggi klub untuk menyelamatkan masa depan tim legendaris ini.***

Pos terkait