Akronim TACO (Trump Always Chickens Out) kembali relevan. Presiden AS ini resmi menunda serangan ke Iran demi negosiasi Hormuz.
Kalangan pengamat politik memiliki satu akronim khusus untuk kebiasaan tarik-ulur Presiden Amerika Serikat Donald Trump: TACO, singkatan dari “Trump Always Chickens Out” atau nyali Trump yang selalu menciut. Julukan ini kembali menemukan momentumnya pekan ini.
Alih-alih mewujudkan ancamannya untuk meratakan infrastruktur sipil Iran, Trump justru menarik rem mendadak. Ia memutuskan untuk menunda serangan selama dua minggu ke depan. Penundaan ini terjadi karena para negosiator dari kedua belah pihak hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menargetkan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Melalui akun media sosialnya pada Selasa (7/4), Trump mengonfirmasi langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat menyetujui perjanjian hanya jika Republik Islam Iran mau membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman bagi pelayaran internasional.
”Saya setuju menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua belah pihak!” tulis Trump penuh penekanan.
Terobosan Menit Terakhir dan Proposal 10 Poin
Sikap melunak ini muncul kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu serangan yang Trump tetapkan pada pukul 20.00 waktu New York. Padahal, pada Selasa pagi, Trump sempat melempar cuitan provokatif yang memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika Iran tidak segera menyerah.
Namun, ancaman apokaliptik tersebut menguap begitu saja. Trump menyebut Washington telah menerima proposal 10 poin dari Teheran yang ia nilai sebagai dasar negosiasi yang layak. Lebih lanjut, ia mengklaim kedua negara telah menyepakati hampir seluruh poin sengketa. Jeda dua minggu ini mereka butuhkan sekadar untuk menyempurnakan dan memfinalisasi detail perjanjian.
Perubahan sikap drastis ini tidak lepas dari campur tangan Pakistan. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengambil peran aktif dalam diplomasi menit-menit terakhir. Sharif menyebut pembicaraan kini berkembang dengan stabil dan meyakinkan. Sebagai bentuk itikad baik, Pakistan bahkan telah mendesak Iran untuk tetap membuka Selat Hormuz selama masa negosiasi dua minggu ini.
Reaksi Cepat Pasar Global
Meredanya ketegangan geopolitik ini langsung memukul mundur harga komoditas energi. Pasar global merespons positif pengumuman penundaan serangan tersebut.





