​Julukan TACO Menggema Lagi setelah Trump Pilih Tunda Serang Iran demi Selat Hormuz

Donald Trump kembali menunda serangan ke infrastruktur Iran demi negosiasi pembukaan Selat Hormuz. Keputusan ini kembali memunculkan julukan TACO. - Getty Images

​Harga minyak mentah dunia yang sebelumnya sempat menguat di sesi perdagangan yang volatil, tiba-tiba anjlok secara tajam. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) jatuh hingga 11% hingga menyentuh level di bawah US101 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent ikut terseret turun dan ditutup pada kisaran US109 per barel.

​Ketidakpastian di Ujung Perundingan

​Meskipun angin segar perdamaian mulai berhembus, kabut ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kesediaan mereka menjamin keamanan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Detail konkret dari kesepakatan potensial ini juga masih tertutup rapat dari publik.

​Selain itu, posisi Israel sebagai sekutu dekat AS juga masih menjadi tanda tanya. Belum ada jaminan apakah Israel, yang kerap menggempur target di Iran, akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata ini.

Bacaan Lainnya

​Bagi publik dan pengamat, keputusan mundur Trump—yang sebelumnya juga pernah memberi waktu lima hari lalu memperpanjangnya menjadi sepuluh hari pada Maret lalu—semakin memperkuat pola kepemimpinannya yang inkonsisten. Selama ancaman militer Trump terus berujung pada kompromi di menit akhir, julukan TACO tampaknya tidak akan pernah lekang dari sosoknya.***

Pos terkait