Trump menyanggupi hentikan serangan ke Iran 2 minggu. Israel setuju gencatan sementara. Syaratnya: Iran buka Selat Hormuz. Pakistan jadi mediator.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menyetujui penghentian sementara serangan udara ke Iran selama dua minggu pada Selasa (7/4/2026), hanya sekitar 1,5 jam sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkannya berakhir. Kesepakatan ini terjadi setelah mediasi intensif dari Pakistan.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada pukul 18.32 waktu setempat, Trump menulis: “Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran untuk periode dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA DUA ARAH!”.
Kesepakatan ini bersyarat pada pembukaan penuh Selat Hormuz oleh Iran. “Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Asim Munir dari Pakistan, dan dengan syarat Republik Islam Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan serangan,” tulis Trump.
Ancaman “Peradaban Akan Mati” Sebelum Kesepakatan
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump sempat melontarkan ancaman keras melalui media sosial: “Sebuah peradaban utuh akan mati malam ini, tidak akan pernah kembali lagi. Saya tidak menginginkan itu terjadi, tetapi kemungkinan besar akan terjadi” .
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan jelang tenggat waktu pukul 20.00 waktu setempat (00.00 GMT) .
Israel Setuju Gencatan Senjata Sementara
Menurut laporan CNN yang dikutip RTE, Israel juga telah menyetujui gencatan senjata sementara. Namun, bersamaan dengan pengumuman Trump, militer Israel melaporkan bahwa Iran tetap meluncurkan rudal ke arah wilayah Israel.
“Pasukan (Israel) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran ke wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk menghadapi ancaman,” demikian pernyataan militer Israel di saluran Telegram resmi mereka .
Proposal 10 Poin dari Iran
Trump mengungkapkan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang ia nilai sebagai “dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi”. Menurutnya, hampir semua poin yang menjadi perselisihan sebelumnya telah disepakati antara AS dan Iran.





