Jejak Laksamana Cheng Ho di Jalan Demak: Harmoni Jawa-Tionghoa di Klenteng Mbah Ratu Surabaya

Klenteng Surabaya
Kotak kaca tempat disimpannya kayu dari kapal Laksamana Cheng Ho. - Samudra Fakta

Ninik menuturkan, saat Imlek umat yang datang hanya sekadar untuk beribadah. Namun berbeda halnya dengan ibadah malam Jumat Legi. Selain sembahyang, digelar pula acara tumpengan.

Mbah Ratu sendiri merupakan gelar yang disematkan warga Tionghoa kepada Laksamana Cheng Ho karena berjasa dalam penyebaran agama Islam. Meski memiliki nuansa Islami, sosok tersebut tetap dihormati oleh warga Tionghoa non-Islam serta dihargai oleh masyarakat Jawa. Karena itu, Klenteng Sam Poo Tay Djien atau Klenteng Mbah Ratu ini dikunjungi oleh warga Tionghoa, Jawa, dan umat Islam.***

Pos terkait