Sejarah tercipta kala Inggris, Australia, dan Kanada resmi mengakui Palestina sebagai negara. Israel murka, tapi dukungan global kian menguat. Lebih 140 negara kini sudah mengakui Palestina. Babak baru diplomasi dunia dimulai.
__________
Inggris, Australia, dan Kanada pada Ahad, 21 September 2025, secara resmi mengakui negara Palestina. Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Barat setelah puluhan tahun, sekaligus memicu kemarahan Israel. Portugal juga dijadwalkan mengumumkan pengakuan serupa di New York pada hari yang sama.
“Untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina,” ujar Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melalui akun X.
Kanada dan Inggris menjadi negara G7 pertama yang mengambil langkah ini, diikuti Prancis dan sejumlah negara lain yang diperkirakan menyampaikan sikap mereka pada Sidang Umum PBB pekan ini. “Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Palestina dan Israel,” tulis PM Kanada Mark Carney seperti dilansir Arab News.
Today, to revive the hope of peace for the Palestinians and Israelis, and a two state solution, the United Kingdom formally recognises the State of Palestine. pic.twitter.com/yrg6Lywc1s
— Keir Starmer (@Keir_Starmer) September 21, 2025
Namun, langkah ini menempatkan mereka berseberangan dengan Amerika Serikat dan Israel. PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan menentangnya di forum PBB. “Seruan untuk negara Palestina akan membahayakan keberadaan kami dan menjadi imbalan absurd bagi terorisme,” kata Netanyahu.
Sejak serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang, Israel terus melancarkan serangan balasan ke Gaza. Data Kementerian Kesehatan Gaza yang diakui PBB mencatat lebih dari 65.000 korban tewas, sebagian besar warga sipil. Konflik ini memicu krisis kemanusiaan dengan kerusakan besar, kelangkaan pangan, dan korban sipil yang terus bertambah.
Tekanan publik di Inggris meningkat tajam. Jajak pendapat YouGov pada Jumat lalu menunjukkan dua pertiga anak muda Inggris berusia 18–25 tahun mendukung pembentukan negara Palestina. Wakil PM David Lammy bahkan menyebut Inggris memikul “tanggung jawab khusus” karena peran historisnya dalam Deklarasi Balfour 1917.
Starmer sebelumnya menyatakan pengakuan Palestina akan diberikan jika Israel tidak menunjukkan langkah substantif, seperti menghentikan agresi di Gaza, membuka akses bantuan, serta menghentikan rencana aneksasi Tepi Barat. Ia juga menekankan Hamas harus membebaskan seluruh sandera.
Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, menilai langkah pengakuan ini bukan sekadar simbolis. “Ini mengirim pesan jelas kepada Israel tentang ilusi mereka untuk melanjutkan pendudukan selamanya,” ujarnya.





