Dr. Asa menambahkan, perlu diketahui bahwa cidera leher tidak hanya terjadi jika terbentur langsung. Cidera ini bisa juga terjadi ketika seseorang menunduk atau mendongak berlebihan. “Jadi, karena leher itu dipaksa untuk menunduk, apalagi diberi beban yang sangat berat, sehingga menyebabkan patahpada tulang leher,” lanjut dr. Asa.
Pada kasus Justyin Vicky, lanjut dr. Asa, karena Justyn menunduk, ditambah mengangkat beban berat, fragmen tulang belakangnya jadi menggencet tulang di bawahnya. Akhirnya terjadilah patah atau dislokasi. Dan cidera leher merupakan cidera yang tergolong paling berbahaya, bahkan nyawa menjadi taruhannya. Pasalnya, pada bagian leher terdapat saraf penting, terutama untuk pernapasan hingga untuk menggerakkan tangan dan kaki.
“Yang paling berbahaya adalah di dalam leher kita itu ada saraf dan sumsum tulang belakang yang sangat penting. Yang pertama adalah untuk pernapasan; yang kedua untuk menggerakan tangan dan kaki,” tambahnya.
Dengan demikian, jelas dr. Asa, jika terjadi cidera pada saraf dan sumsum tulang belakang pada leher, maka sangat memungkinkan orang yang mengalami itu tidak bisa bernapas.
Bahkan dampaknya yang lain adalah bisa kelumpuhan keempat anggota gerak. Dr. Asa juga mengingatkan, bagi yang memiliki kebiasaan puntir leher, sebaiknya itu jangan dilakukan lagi.
“Sehingga teman-teman harus hati-hati banget yang namanya manipulasi pada leher, misal lehernya dipuntir atau ditarik dan sebagainya. Hati-hati,” dr. Asa mengingatkan.
Sementara itu, jika ada yang mengalami cidera leher, tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah operasi untuk mengembalikan posisi tulang dan diperkuat dengan penggunaan pen.





