Meski demikian, hasilnya tidak mencakup seluruh dimensi kecerdasan, seperti kemampuan bahasa, kreativitas, kecerdasan sosial, keterampilan praktis, maupun capaian pendidikan seseorang.
International IQ Test menyebut skor tes daring itu bersifat informatif dan bukan alat diagnosis. Lembaga tersebut juga menyatakan algoritma penilaian dapat diperbarui dari waktu ke waktu untuk menjaga rata-rata global tetap mendekati 100 dengan simpangan baku 15.
Karena itu, penurunan skor Indonesia dalam daftar tersebut dapat menjadi bahan pembacaan awal tentang profil peserta tes daring, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan penurunan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia secara keseluruhan.***





