Indonesia-Israel Tak Punya Hubungan Diplomatik, Tapi Beberapa Institusi Kedua Negara Terlibat Kerja Sama, Apa Saja?

Tahun 2018-2022:  Visa dan Perdagangan

Warga negara Israel berhak mendapatkan visa ke Indonesia untuk perjalanan wisata grup sekali masuk dan perjalanan bisnis sekali masuk. Bagi orang Indonesia, visa turis ke Israel hanya tersedia untuk perjalanan kelompok melalui agen perjalanan.

Pada Mei 2018, Indonesia melarang pemegang paspor Israel memasuki negara ini, dan sikap tersebut dibalas oleh Israel—meskipun tidak untuk semua jenis visa.

Bacaan Lainnya

Namun, sebulan kemudian, kedua negara mencabut larangan pariwisata mereka.

Tak sedikit masyarakat Indonesia berkunjung ke Israel untuk melakukan wisata rohani. Karena tak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel, maka para peziarah itu mengajukan aplikasi visanya melalui jalur khusus: melalui grup, sponsor tertentu, dan orang-orang tertentu.

Di sektor pariwisata, tercatat lebih dari 30.000 turis Indonesia berwisata spiritual ke Israel setiap tahunnya. Bahkan, turis Indonesia menjadi pembelanja terbesar—dalam hal nominal yang dibelanjakan—selama berada di Israel.

Sebaliknya, sekitar 500 warga Israel melakukan perjalanan ke Indonesia setiap tahunnya, termasuk wisatawan dan pengusaha.

Pada tahun 2020, Bayer Indonesia merilis program Better Life Farming, yaitu mengenalkan teknologi irigasi tetes kepada petani. Bayer, perusahaan asal Israel, Netafim, dan Universitas Ben Gurion Israel berkolaborasi dalam integrasi alat digital untuk mengoptimalkan irigasi tetes pada kentang dan wortel.

Hubungan dagang Indonesia dengan Israel juga tercatat menguat dalam lima tahun terakhir. Hal ini terlihat dari nilai ekspor dan impor Indonesia-Israel yang trennya meningkat selama periode 2018-2022.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2022 total nilai ekspor Indonesia ke Israel mencapai USD185,6 juta, naik sekitar 14 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).  Total nilai impor dari Israel juga naik sekitar 80 persen (yoy) ke USD47,8 juta.

Secara kumulatif, selama periode 2018-2022, nilai ekspor Indonesia ke Israel tumbuh sekitar 11 persen, sedangkan nilai impornya tumbuh 0,9 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, per kuartal III 2023, nilai impor Indonesia dari Israel mencapai USD4,4 juta atau setara Rp226,08 miliar pada kurs Rp15.700/USD1.

Komoditas impor utamanya adalah mesin, peralatan mekanis dan bagiannya, yang masuk dalam klasifikasi kode Harmonized System (HS) 84. Selain itu juga perkakas dan peralatan dari logam tidak mulia yang masuk kode HS 82, mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya yang tergolong HS 85.

Indonesia mengimpor banyak peralatan mekanink, mesin, serta senjata dari Israel. Sementara ekspor utama Indonesia ke Israel adalah minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang mencapai 22.000 ton pada bulan Januari 2022.

Pos terkait