Hidupkan Narasi Perjuangan Rakyat Palestina melalui Puisi, Sastrawan Indonesia Sabet Penghargaan Internasional

Hikmat Gumelar, keempat dari kiri. (Foto: Dok. Kantor Berita Internasional ABNA).
Sastrawan Indonesia, Hikmat Gumelar atau akrab disapa Kang Hikmat, meraih penghargaan Palestine World Prize for Literature 2024 dalam kategori puisi. Penghargaan ini diberikan untuk karya puisinya, Dari Mawar Reruntuhan ke Cerita Ingatan, yang dinilai memiliki kedalaman makna serta mampu menghidupkan kembali narasi perjuangan rakyat Palestina.

Karya Kang Hikmat tersebut dipilih dari 300 buku lebih yang dikirim dari 27 negara, termasuk negara-negara Amerika Latin.

“Motivasi utama saya mengikuti Palestine World Prize for Literature ini adalah kehendak untuk bergabung dengan para penulis dari seluruh dunia yang peduli akan Palestina, peduli akan kebudayaan dan  kemerdekaan Palestina, peduli akan kemerdekaan dan  martabat orang-orang Palestina,” ujar Hikmat, dikutip dari ABNA, dikutip Rabu 8 Januari 2025.

Hikmat mengikuti ajang bergengsi tersebut setelah mendapatkan informasi dari sahabatnya, Dosen Hubungan Internasional dan Pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, sekaligus salah satu juri di ajang tersebut dari perwakilan Asia Tenggara, Dina Sulaeman.

Bacaan Lainnya

Kumpulan puisi Dari Mawar Reruntuhan ke Cerita Ingatan berisi tentang puisi-puisi kegelisahan Hikmat tentang Palestina. “Buku ini saya tulis dengan harapan agar pembaca, khususnya di Indonesia, memiliki wawasan lebih mendalam mengenai Palestina,” katanya.

Kang Hikmat juga berharap puisi-puisinya itu menjadi media untuk meningkatkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina, termasuk dalam kaitannya dengan AS dan negara-negara Eropa, yang hingga detik ini terus mempertahankan superioritas mereka dengan mempertahankan ketidakadilan global.

Sebagai informasi, The Palestine World Prize for Literature didirikan pada tahun 2018 oleh federasi sastra negara-negara Islam. Tujuannya untuk mendorong penulis dan menghasilkan karya-karya berharga dengan tema Palestina.

Palestine Prize pertama diadakan di kota Beirut, Lebanon, pada bulan November 2022. Ajang Palestine World Prize for Literature menjadi bukti bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar untuk mendobrak tirani dan memperjuangkan keadilan.***

Pos terkait