Hasil Survei Lembaga Internasional: Anak Muda Indonesia Paling Pesimistis dengan Kondisi Politik dan Ekonomi

Hasil survei lembaga internasional menyebut anak muda Indonesia pesimistis dengan kondisi politik dan ekonomi. (Ilustrasi Istimewa(
Sebuah hasil survei lembaga internasional menyebutkan jika kaum muda Indonesia paling pesimistis terhadap kondisi politik dan ekonomi di negaranya dibanding dari lima negara ASEAN lainnya

Survei itu dilakukan oleh The Regional Social and Cultural Studies Programme (RSCS) ISEAS – Yusof Ishak Institute, tertuang dalam laporan bertajuk “Youth and Civic Engagement in Southeast Asia: A Survey of Undergraduates in Six Countries yang dirilis pada 1 Januari 2025 alu.

Survei dilakukan terhadap 3.081 mahasiswa berusia 18-24 tahun dari kalangan mahasiswa dari rumpun jurusan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) dan non-STEM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, pada bulan Agustus-Oktober 2024.

Tujuan survei ini untuk mengetahui bagaimana persepsi kaum muda yang terhadap situasi di negara mereka.

Bacaan Lainnya

Lembaga penelitian yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Singapura ini menargetkan survei kepada para mahasiswa yang aktif dan baik menyuarakan aspirasi sosial politiknya di kampus-kampus, serta berperan penting dalam perubahan rezim.

Fokus survei terkait beberapa hal, antara lain Isu-isu besar yang digandrungi anak muda; tingkat keberagamaan dan keterlibatan politik; optimisme terhadap sistem politik, penegakan hukum dan pandangan ekonomi; dan partisipasi secara daring dan luring.

Hasil survei untuk anak muda Indonesia menunjukkan sebanyak 53,9 persen responden merasa situasi politik di negara ini buruk. Ini merupakan tingkat ketidakpuasan yang paling tinggi di antara enam negara yang disurvei.

“Kekhawatiran akan melemahnya demokrasi dan munculnya dinasti politik bisa menjelaskan mengapa kaum muda Indonesia kecewa terhadap para elite politik, terutama terhadap mantan Presiden Joko Widodo,” demikian tulis laporan tersebut.

Sebanyak 33,1 persen kaum muda Indonesia juga merasa sangat pesimistis dengan visi perkembangan ekonomi pemerintah. Angka ketidakpuasan ini juga paling tinggi dibandingkan negara-negara lainnnya—walaupun enam dari 10 anak muda Indonesia mengaku masih cukup optimististis dalam hal ini.

Di luar isu pengangguran dan ekonomi, survei juga menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen anak muda Indonesia prihatin terhadap isu korupsi dan penegakan hukum.

Di antara negara-negara ASEAN yang disurvei, anak muda di Singapura dan Vietnam menjadi yang paling optimistis terhadap kondisi politik di negara mereka. Menurut studi, 72,4 persen responden di Singapura menilai situasi politik mereka sangat baik dan baik.

Di Vietnam, sebanyak 68,2 persen anak mudanya juga merasa seperti hasil survei di Singapura. Itu lebih dari empat kali lipat lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Indonesia.

Sembilan dari 10 anak muda Singapura, Vietnam, dan Malaysia juga punya pandangan optimistis terhadap arah perkembangan ekonomi di negara mereka. ***

 

Pos terkait