Selat Hormuz terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman, dan merupakan satu-satunya akses laut dari Teluk Persia menuju samudra terbuka. Karena posisinya yang sempit dan strategis, wilayah ini kerap disebut sebagai salah satu titik paling vital dalam geopolitik energi global.
Selat ini menjadi penghubung utama ekspor minyak dari sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait. Sekitar 20 juta barel minyak per hari—setara seperlima konsumsi dunia—melewati selat tersebut saban harinya.
Ketegangan di wilayah ini bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, Selat Hormuz telah menjadi medan tarik-menarik kepentingan strategis. Belakangan, serangkaian serangan terhadap jalur distribusi energi alternatif yang melewati selat ini kembali memantik kekhawatiran global.***





