Gus Ipul Larang Warga NU Pilih Paslon yang Didukung Abu Bakar Baasyir dan Amien Rais, Timnas AMIN: Syahwat Politiknya Kegedean

Sekjen PBNU Saifulah Yusuf atau Gus Ipul. FOTO: Dok. Istimewa

“Kalau saya jawabnya simpel: Gus Ipul syahwat politiknya kegedean dan tidak tersalurkan dengan baik,” kata Gus Salam, dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (17/1).

Gus Salam melihat ada tindakan inkonsistensi dari Gus Ipul lewat pernyataannya tersebut. Gus Ipul, kata dia, sempat mewanti-wanti supaya struktur NU harus netral dan tak ikut-ikutan kontestasi politik.

“Hari ini dia ikut celometan terkait Pilpres, ini merupakan tindakan yang inkonsisten, mungkin dia sedang lupa diri dan amnesia kalau sedang menjabat Sekjen PBNU,” kata dia.

Bacaan Lainnya

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, ini menilai Gus Ipul justru sedang merendahkan NU lantaran mengedepankan politik partisan. Padahal, lanjutnya, NU sudah kembali pada Khitah NU 1926 yang disepakati pada Muktamar NU di Situbondo tahun 1984. “Silakan pilih calon yang di dukung Gus Ipul, tapi ingat jagonya sering kalah,” kata Gus Salam sambil berkelakar.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2020–2025, Anwar Abbas, mempertanyakan apa kapasitas Gus Ipul berbicara seperti itu; sebagai Sekjen PBNU atau politisi. Jika Gus Ipul berbicara politik, kata Anwar, maka sebagai orang politik dia lebih banyak mendahulukan kepentingan diri, keluarga, partai dan kelompok. Sebaliknya, jika Gus Ipul berbicara sebagai Sekjen PBNU, Anwar Abbas meminta Gus Ipul menanggalkan baju politisinya.

“Jadilah negarawan dan agamawan yang bertugas dan berfungsi mengayomi dan melindungi umat, serta menjaga persatuan dan kesatuan di antara mereka,” jelas Anwar Abbas.

Anwar—yang juga tokoh Muhammadiyah itu—menilai bahwa narasi dan diksi yang digunakan Gus Ipul kurang tepat dan berpotensi memecah belah. Sebab, menurut Anwar, umat Islam di Tanah Air tersebar ke dalam tiga kelompok pendukung capres-cawapres. Sementara orang Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi ajaran agama, budaya, serta demokrasi.

“Silahkan saja Gus Ipul mendukung calonnya, tapi janganlah menghina dan merendahkan serta mendiskreditkan orang lain,” ucap Anwar.

Anwar menambahkan, sosok Amien Rais dan Abu Bakar Ba’asyir adalah orang yang sangat dihormati oleh kelompok lain. “Saya merasa perlu menyampaikan masalah ini kepada Gus Ipul, karena banyak tokoh di negeri ini sedang berusaha mempersatukan umat, tetapi Gus Ipul malah melakukan hal yang sebaliknya,” kata Anwar.❍

FOTO: Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (NU Online/Suwitno)

 

Pos terkait