Getuk Goreng Banyumas Lahir dari Semangat “Ogah Rugi”

Di tangan anak cucu Tohirin, bisnis getuk goreng kian berkembang. Hingga akhirnya banyak toko oleh-oleh yang menjual getuk goreng dan memasang label “Asli H. Tohirin”. Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah penjual di toko berlabel serupa memang merupakan keturunan langsung dari Sanpirngad dan H. Tohirin. Bisa jadi juga hanya untuk pansos.

Sejak 2017, getuk goreng Sokaraja ditetapkan sebagai warisan budaya nasional bukan benda (intangible) oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan getuk goreng hampir semua diperoleh dari daerah setempat. Singkong banyak didapat dari Banyumas. Begitu juga gula Jawa.

Bacaan Lainnya

Dari semangat ogah rugi, jadilah getuk goreng jajanan legendaris.

(Septia)

Pos terkait