Gerindra Tak Sebut Nama Gibran dalam Penentuan Susunan Kabinet, Efek “Fufufafa”?

Capres terpilih Prabowo Subianto (kiri) dan Cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka (kanan) saat menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur'an dan Buka Bersama Partai Golkar di Jakarta, Jumat (29/3/2024). (Ilustrasi dari Antara)

Saat ditanya apakah Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut membantu memilih nama-nama menteri yang akan masuk kabinet Prabowo-Gibran, mantan dia mengatakan jika ayahnya sebatas memberikan masukan.

“Ya ada beberapa, ya masukan-masukan saja. Tapi, sekali lagi, keputusannya di presiden terpilih ya,” kata dia. “Dari pak presiden terpilih sudah 100 persen (susunan kabinet). Beliau sudah memilih orang-orang terbaik di posisi masing-masing,” ucapnya.

Momen-momen yang melibatkan pernyataan Sufmi Dasco dan Gibran terkait rencana susunan kabinet itu pun menimbulkan persepsi publik bahwa banyak pihak menilai Gibran mulai ditinggalkan Prabowo dan kelompoknya. Penyebabnya disinyalir karena terbongkarnya akun kaskus Fufufafa yang kedapatan menghina dan melecehkan Prabowo dan keluarganya pada masa Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

Akun itu diduga milik Gibran Rakabuming Raka, dan perihal itu bahkan dikonfirmasi oleh adiknya sendiri, Kaesang Pangarep.

Prabowo Tidak Suka dengan Cacian

Prabowo, dalam suatu kesempatan, menyatakan bahwa dia merasa ‘tidak nyaman’ oleh makian. Sementara itu,  sebagaimana sudah jamak diketahui khalayak, akun Fufufafa yang penuh polemik itu berisi berbagai macam hinaan. Apakah pernyataan Prabowo ada hubungannya dengan Fufufafa?

Salah satu tangkapan layar yang disebut warganet berkaitan dengan akun Fufufafa. (tangkapan layar akun X @arsipaja)

Dalam sambutan saat menghadiri Rakornas Legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Grand Sahid, Jakarta, Kamis (10/10/2024), Prabowo menyinggung ada pihak-pihak yang suka mencaci-maki dan mencari masalah. Dia mengaku tak paham dengan orang seperti itu. Sebab tidak mencerminkan budaya di Indonesia.

“Ada segelintir orang yang punya budaya caci-maki, jelek-jelekin, cari masalah. Padahal, saya percaya mereka ini mungkin sudah ditutup hatinya, ditutup matanya, saya tidak paham mereka itu,” kata Prabowo.

Dia menambahkan, segala kesulitan dan kekurangan sebaiknya diatasi bersama. Jika ada koreksi pun akan didengarkan. Namun, koreksi maupun kritikan harusnya disampaikan dengan cara yang baik.

Pos terkait