Boyamin Sebut Korupsi MBG Pakai Cara Amatiran

Dadan Hindayana, Sonny Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, ditahan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi program MBG. - ISTIMEWA
MAKI menilai dugaan korupsi MBG dilakukan dengan modus sederhana seperti mark up, pengaturan tender, dan pengurangan spesifikasi yang merugikan program gizi nasional.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai dugaan korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan praktik korupsi yang dilakukan secara sederhana dan mudah terdeteksi.

Menurut Boyamin, modus yang digunakan tidak jauh berbeda dengan pola korupsi lama, yakni memainkan harga fiktif, mengatur proses tender, serta mengurangi spesifikasi barang demi memperoleh keuntungan pribadi.

Bacaan Lainnya

“Ya kita prihatin sebenarnya kok masih ada aja pejabat yang korupsi, dan cara korupsinya pun itu menurut versi saya itu adalah cara yang sangat amatiran. Karena apa? Hanya cara memainkan harga fiktif, terus ngatur tender, terus juga mengurangi spesifikasi,” kata Boyamin, Jumat (5/6/2026).

Soroti Pengadaan Tak Relevan

Boyamin mengatakan dugaan penyimpangan tidak hanya terjadi pada proses tender, tetapi juga pada pengadaan barang yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tujuan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mencontohkan pengadaan kaus kaki yang disebut lebih berorientasi pada proyek pengadaan daripada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.

“Itu kan ya nampak kelihatan hanya mengejar tender aja, pengadaan pemborongan sehingga dapat komisi gitu. Nah, inilah yang memprihatinkan kita semua,” ujarnya.

Boyamin juga menilai lemahnya sistem pengawasan di BGN menjadi celah bagi terjadinya dugaan penyimpangan. Menurut dia, mekanisme pengendalian yang seharusnya berlapis tidak berjalan efektif sehingga memungkinkan munculnya konflik kepentingan dalam penunjukan mitra program.

Prabowo Dinilai Kecewa

Dalam pandangan Boyamin, para tersangka diduga merasa aman karena memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan. Namun asumsi tersebut justru berbalik setelah Presiden mengambil langkah tegas dengan mencopot pimpinan BGN yang terlibat kasus tersebut.

“Padahal Pak Prabowo juga marah dalam kasus ini karena apa? Merasa dikhianati, merasa dicemarkan nama baiknya karena apa? Disuruh menjaga program yang dianggap unggulan tapi ternyata malah korupsi,” kata Boyamin.

Pos terkait