​Gerhana Bulan Total 3 Maret: Bukti Kebesaran Allah dan Runtuhnya Mitos Jahiliyah

​Gerhana bulan total sapa Indonesia malam ini. Fenomena alam ini bukan pertanda buruk, melainkan murni bukti kebesaran Allah SWT.

Malam ini, Selasa (3/3), masyarakat Indonesia akan menyaksikan salah satu fenomena langit yang paling menakjubkan, yakni Gerhana Bulan Total. Cahaya purnama yang terang benderang perlahan akan tertutup bayangan bumi, menyisakan pendar kemerahan yang eksotis di angkasa.

​Namun, di balik keindahannya secara astronomis, fenomena gerhana memegang peranan penting dalam sejarah peradaban Islam, terutama dalam memberantas takhayul kuno yang tak masuk akal.

​Bantahan Tegas Terhadap Mitos Jahiliyah

​Jauh sebelum Islam datang menerangi Jazirah Arab, masyarakat setempat memegang teguh sebuah mitos: jika terjadi gerhana bulan atau matahari, itu adalah pertanda ada tokoh besar yang meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

​Rasulullah SAW dengan tegas membantah takhayul tersebut. Dalam riwayat Ibnu Hibban, Nabi SAW bersabda:

​”Orang-orang menduga bahwa gerhana matahari atau bulan dan fenomena bintang jatuh disebabkan kematian seorang tokoh pembesar di muka bumi, sungguh mereka telah berbohong. Padahal, gerhana adalah salah satu dari sekian tanda kebesaran Allah SWT…” (Sahih Ibnu Hibban, No. 2856).

​Momen paling krusial yang menguji keimanan umat Islam saat itu terjadi ketika putra kesayangan Nabi Muhammad SAW dari Mariah al-Qibtiyyah, yakni Ibrahim, meninggal dunia. Menariknya, kepergian Ibrahim terjadi tepat bersamaan dengan peristiwa gerhana matahari.

​Sontak, penduduk Madinah mulai mengaitkan kedua peristiwa tersebut. “Gerhana matahari ini terjadi karena meninggalnya Ibrahim!” seru mereka.

​Mendengar desas-desus itu, Rasulullah SAW tidak membiarkan mitos tersebut hidup, meskipun hal itu seolah mengagungkan putranya sendiri. Beliau segera mengumpulkan para sahabat dan menegaskan bahwa matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Beliau justru memerintahkan umatnya untuk melaksanakan sholat dan berdoa (HR al-Bukhari No. 985).

​Sejarah Disyariatkannya Sholat Gerhana

​Lalu, kapan sebenarnya sholat gerhana mulai disyariatkan? Ulama memiliki sedikit perbedaan pendapat mengenai hal ini.

​Pendapat Syekh Yusuf al-Qardhawi: Pakar fikih kontemporer ini menyebutkan bahwa sholat gerhana baru dilaksanakan pada tahun ke-10 Hijriah, bertepatan dengan momen wafatnya Ibrahim.

Pos terkait