​Gerhana Bulan Total 3 Maret: Bukti Kebesaran Allah dan Runtuhnya Mitos Jahiliyah

​Pendapat Madzhab Syafi’i: Sementara itu, ulama pengikut Madzhab Syafi’i menyatakan bahwa sholat gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriah, dan gerhana bulan pada tahun ke-5 Hijriah.

​Lebih jauh lagi, syariat sholat gerhana (Khusuf/Kusuf) memiliki hikmah yang mendalam. Selain menanamkan rasa takut dan tunduk kepada Allah SWT, syariat ini secara langsung mematahkan mitos jahiliyah dan mendorong peradaban manusia untuk lebih melek terhadap sains, bukan sekadar bersandar pada takhayul.

​Jadwal Pemantauan Gerhana Malam Ini

​Bagi Anda yang ingin mengamati fenomena ini dan mendirikan sholat Khusuf, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis rujukan waktu fase gerhana yang dapat terlihat di hampir seluruh wilayah Indonesia:

Bacaan Lainnya

​Pukul 22.28 WIB: Awal gerhana bulan penumbra.

​Pukul 23.27 WIB: Gerhana bulan sebagian dimulai. Bulan purnama akan mulai tampak sedikit kemerahan di bagian atas kiri.

​Pukul 00.30 WIB: Puncak gerhana bulan total. Bulan akan sepenuhnya berwarna merah eksotis. Fase ini berlangsung selama 1 jam 22 menit.

​Pukul 01.52 WIB: Gerhana total berakhir.

​Pukul 02.56 WIB: Bulan kembali purnama sempurna (putih terang), menandai akhirnya fase gerhana sebagian.

​Pukul 03.55 WIB: Gerhana bulan penumbra benar-benar berakhir.

​Fenomena gerhana bulan malam ini adalah momentum berharga bagi kita. Selain memanjakan mata dengan keindahan alam, peristiwa ini mengajak kita menelusuri kembali bagaimana Islam datang membawa pencerahan—menggeser peradaban dari kegelapan mitos menuju cahaya tauhid dan ilmu pengetahuan. Mari luangkan waktu sejenak malam ini untuk menengadah ke langit, mengagumi kebesaran-Nya, dan mendirikan sholat Khusuf.***

Pos terkait