Pernyataan ini disampaikan menjelang pelaksanaan Apel Kesetiaan, yang digelar bersama Gerakan Pemuda Ansor, sebagai bentuk solidaritas dan komando tunggal di bawah bendera NU. Gus Nabil menambahkan, Apel Kesetiaan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa Pagar Nusa dan GP Ansor bersatu teguh dalam mendukung setiap langkah dan kebijakan NU. “Kami satu komando bersama Nahdlatul Ulama. Apel ini adalah bukti nyata dari kesetiaan kami,” tegasnya.
Dalam pengarahan kepada kader GP Ansor dan Pagar Nusa di Jakarta, Jumat lalu, Ketua PBNU KH Umarsyah menjelaskan bahwa Apel Kesetiaan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan hampir setiap tahun, terlepas dari situasi politik. “Apel ini bukan untuk kepentingan politik praktis, tetapi untuk memastikan semuanya berjalan sesuai jalur yang benar,” katanya.
KH Umarsyah juga menekankan bahwa apel ini sejalan dengan komitmen PBNU dalam menjaga moralitas politik kebangsaan, termasuk dalam mengarahkan aspirasi warga NU melalui PKB. “Kami tidak terlibat dalam politik praktis, tetapi punya tanggung jawab moral untuk menjaga agar segalanya berjalan di jalurnya,” tambahnya.
Di tengah tensi panas antara PBNU dan PKB, Dewan Syuro DPP PKB melakukan serangkaian silaturahmi dengan sejumlah kiai berpengaruh menjelang Muktamar ke-6 PKB di Bali. Delegasi yang dipimpin oleh KH Saifullah Maksum ini mengunjungi sejumlah pesantren di Jawa Timur.
Kunjungan pertama dilakukan ke KH Zamzami Mahrus di Ponpes Lirboyo, Kediri. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Zamzami berharap konflik antara PBNU dan PKB segera berakhir. “PBNU tidak punya hak untuk mencampuri urusan PKB, karena PKB adalah partai politik yang dilindungi konstitusi,” tegasnya. Kiai Zamzami juga menilai manuver elit PBNU saat ini melanggar khitah NU sebagai organisasi yang seharusnya menjauh dari politik praktis.
Setelah dari Kediri, rombongan melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk bertemu dengan Kiai Asep Saifuddin Chalim. Pertemuan ini tak lepas dari memanasnya hubungan antara PKB dan PBNU. Di sana, pesan serupa kembali disampaikan: PKB harus fokus pada kerja politiknya demi kemaslahatan umat, tanpa terganggu oleh manuver elit PBNU.
Rombongan juga sowan ke KH Cholil As’ad di Situbondo. Dalam pertemuan tersebut, Kiai Cholil meminta PKB untuk tidak terpancing oleh manuver politik elit PBNU dan tetap fokus pada kerja-kerja politik yang membawa maslahat bagi umat. “Tidak merespons bukan berarti diam, tetapi PKB harus terus bergerak memperjuangkan kebenaran dalam ranahnya sebagai partai politik,” kata Kiai Cholil.
Di Ponpes Sabiilul Rosyad, rombongan disambut oleh KH Marzuki Mustamar dalam acara Halaqah Kebangsaan. Mantan Ketua PWNU Jatim itu menegaskan kekecewaannya atas konflik antara PKB dan PBNU. Menurutnya, PBNU tidak perlu ikut campur dalam urusan politik praktis dan sebaiknya fokus pada kerja-kerja keumatan. Sementara itu, PKB harus tetap menjadi jembatan politik bagi warga nahdiyin.




