Gara-gara Salah ‘Coding’, Robot Humanoid AI Ngamuk dan Serang Teknisi

Video yang mempertontonkan sebuah robot kehilangan kendali dan menyerang pekerja saat pengujian di sebuah pabrik di Tiongkok viral di media sosial. Video ini ramai jadi perbincangan, terutama soal potensi risiko AI atau kecerdasan buatan.
__________

Robot lepas kendali itu diberi nama Unitree H1. Sebuah robot humanoid dikembangkan oleh perusahaan robotika, Unitree Robotics, Tiongkok.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun X NEXTA TV, pada 2 Mei 2025, sebuah robot humanoid Unitree H1 yang tadinya tergantung di derek konstruksi tiba-tiba tidak berfungsi dengan baik dan melakukan gerakan acak. Itu terjadi saat para pekerja mengujinya.

Robot itu mengepakkan lengan dan kakinya dengan liar, dan menyeret dudukannya lebih jauh, menyebabkan komputer dan barang-barang lainnya jatuh ke lantai. Saat insiden terjadi, seorang pria dengan cepat mencoba menstabilkan robot tersebut.

Bacaan Lainnya

Sumber video: Akun X Nexta TV.

“Beginilah penampakan pemberontakan mesin: sebuah video menjadi viral di internet yang memperlihatkan sebuah robot mengamuk selama pengujian,” demikian tulis keterangan pada video tersebut.

Video itu ditonton ratusan ribu kali dan ramai dikomentari serta dibagikan ulang. Kebanyakan komenter menyebut insiden ini hanya contoh kecil ancaman AI.

“Jelas tidak seimbang, lalu mencoba menggunakan algoritma untuk menyeimbangkan kembali, tetapi algoritma tersebut tidak disetel yang menyebabkan osilasi liar, yang memperparah ketidakseimbangan. Ini bukan sebuah ‘serangan’,” tulis seorang pengguna X.

“Saya pernah mengalami kejadian AI menyabotase seluruh proyek yang sedang saya kerjakan. Ini sungguh terjadi,” komentar pengguna lainnya.

“Dengan berjalannya dekade ini, pemberontakan robot akan menjadi hal yang sangat mungkin akan kita hadapi,” reaksi pemilik akun X lainnya.

“Inilah yang membuat saya khawatir tentang operasi robotik dan AI,” balas yang lain.

Insiden itu akhirnya bisa diatasi setelah salah satu teknisi menarik derek dan mencoba menyetop amukan robot itu.

Menurut sejumlah laporan, anomali robot ini karena coding yang error. Unitree H1 sendiri sebenarnya dirancang untuk bisa beroperasi sebagai pendamping manusia, bukan membahayakan orang-orang.

Insiden ini juga mencerminkan bagaimana kesalahan kecil dalam coding mampu mengubah mesin yang pada dasarnya didesain untuk membantu manusia menjadi sebuah ancaman.

Tiongkok sendiri diketahui sedang getol menunjukkan kemajuan teknologi di bidang robotika dan kecerdasan buatan. Bulan April lalu, misalnya, sebanyak 21 robot humanoid ikut berpartisipasi dalam ajang Yizhuang Half Marathon sejauh 21 kilometer di Beijing—berbarengan dengan ribuan pelari manusia.

Robot-robot berkaki dua tersebut berasal dari sejumlah perusahaan teknologi asal Tiongkok, seperti X Humanoid, DroidVP, dan Noetix Robotics. Dalam video yang beredar di internet, robot-robot ini berlari di jalur khusus, tidak menyatu dengan pelari manusia.

Ke-21 humanoid ini ditemani pelatih/operator manusia di sepanjang lomba. Beberapa pelatih bahkan harus membantu menopang robot secara fisik. Dari 21 robot yang ikut serta, hanya ada empat robot yang berhasil menyelesaikan lomba dalam batas waktu empat jam yang ditentukan (cut-off time).***

Pos terkait