Enstein Pernah Menolak Berdirinya Negara Israel; Terbentuk dari Laras Senjata, Dinamit dan Darah Orang-orang Palestina

Albert Enstein, Fisikawan Jerman.Foto: (X)Twitter

Melalui surat singkat tersebut, Einstein juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pembentukan dan pendanaan terhadap kelompok paramiliter kemerdekaan Israel karena menggunakan kekerasan dalam mengusir pemerintahan Inggris yang kala itu menduduki tanah Palestina.

Dalam surat berisi 50 kata itu, Albert menyebut pendirian Israel membawa bencana nyata terhadap Palestina. Soal ini, Einstein menyebut ada dua pihak yang harus bertanggungjawab.

“Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab atas hal itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu, organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri,” kata Einstein.

Bacaan Lainnya

Atas dasar inilah, Einstein menyebut dia tidak ingin terkait dengan orang-orang yang menyesatkan dan kriminal terkait pendirian Israel.

Setelah surat tersebut terbit, seorang jurnalis Yvonne Ridley melakukan penelitian yang seolah menjadi ramalan tentang peristiwa yang terjadi kini.

Ia menyebut jika Albert Einstein merasa kesal dengan kekerasan yang terjadi saat pendirian negara Israel pada tahun 48 itu. Hal itu lah yang membuat Albery Einstein tak pernah mau menginjakkan kakinya di Israel. Bahkan ia juga menolak tawaran untuk menjadi Presiden Israel pada 1952.

“Bagi Einstein, Israel terbentuk dari laras senjata, dinamit dan darah orang-orang Palestina,” ungkap Ridley.

Pos terkait