Emas Antam di Pegadaian turun Rp35.000 menjadi Rp2,91 juta per gram pada Selasa. Sementara di pasar dunia, emas dan perak justru kompak menguat dipicu ketegangan AS–Iran.
Harga emas fisik dalam negeri justru bergerak berlawanan arah dengan pasar global pada perdagangan Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan data laman resmi Pegadaian, harga emas Antam turun Rp35.000 menjadi Rp2.918.000 per gram. Harga buyback tercatat Rp2.637.000 per gram. Emas UBS ikut melemah Rp29.000 ke Rp2.862.000, sementara Galeri24 turun Rp22.000 ke Rp2.814.000.
Penurunan ini terjadi di tengah penguatan harga emas di pasar internasional — sebuah anomali yang kerap muncul saat nilai tukar rupiah turut bergerak.
Harga Global Menguat, Perak Terbang
Di pasar dunia, merujuk data Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (11/5/2026) ditutup di USD4.734,09 per troy ons, menguat 0,42 persen. Pada Selasa pagi pukul 06.29 WIB, harga lanjut naik ke USD4.751,7 per troy ons.
Penguatan lebih dramatis justru terjadi pada perak. Harga perak melesat 7,2 persen pada Senin, menutup perdagangan di USD86,09 per troy ons. Dalam lima hari terakhir, perak sudah menguat 18,4 persen. Pada Selasa pagi pukul 06.40 WIB, perak berada di USD86,98 per troy ons.
Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, menyebut penguatan ini dipicu aksi beli di harga rendah menjelang rilis data inflasi AS pekan ini, sebagaimana dikutip Refinitiv.
Pasar kini menanti dua rilis data krusial: Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang dijadwalkan terbit Selasa, dan Indeks Harga Produsen (IHP) pada Rabu.
Kebuntuan Iran-AS Tambah Ketidakpastian
Penolakan Presiden AS Donald Trump atas respons Iran terhadap proposal perdamaian mempertebal kekhawatiran bahwa konflik 10 minggu ini akan berlanjut.
Situasi itu terus mengganggu pelayaran di Selat Hormuz dan menekan harga minyak lebih tinggi. Analis ING menilai kebuntuan ini menjaga risiko inflasi tetap tinggi, memperkuat narasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama — sentimen yang pada akhirnya ikut memengaruhi harga emas global.





