Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai USD99 Miliar: Negara Ini Naik Kelas atau Sekadar Jadi Pasar?

Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus USD99 miliar pada 2025—angka besar yang menyembunyikan ketimpangan infrastruktur, dominasi platform raksasa, dan tantangan literasi digital. - Ilustrasi dari Canva

Sementara itu, di kota-kota besar, para pengemudi ojek daring dan kurir pengantaran barang bekerja dalam ekosistem yang nyaris sepenuhnya diatur oleh algoritma perusahaan platform.

Dominasi E-commerce dan Ledakan Video Commerce

Jika dibedah lebih dalam, ekonomi digital Indonesia rupa-rupanya sangat bertumpu pada satu mesin utama: e-commerce. 

Laporan e-Conomy SEA 2025 menghitung bahwa e-commerce menyumbang sekitar USD71 miliar dari total USD99 miliar GMV, atau lebih dari dua pertiga nilai ekonomi digital nasional. Sektor transportasi dan pesan-antar makanan diperkirakan menyumbang sekitar USD10 miliar, sementara online travel dan media online masing-masing di kisaran USD9 miliar.

Bacaan Lainnya

Fenomena baru yang disebut video commerce mempercepat konsentrasi ini. Konten video pendek yang diselipkan fitur keranjang belanja, siaran langsung dengan flash sale, dan promosi agresif lintas platform membuat perilaku belanja masyarakat bergeser. 

Menurut Google, volume transaksi video commerce di Indonesia tumbuh sekitar 90 persen secara tahunan, dengan jumlah penjual yang memanfaatkan format ini naik 75 persen menjadi sekitar 800 ribu akun.

Dalam narasi resmi, ledakan video commerce ini sering disebut sebagai pintu demokratisasi bagi UMKM dan kreator. Namun, di sisi lain, ia juga memperkuat ketergantungan pedagang kecil pada satu-dua platform besar, dari desain promosi hingga logistik dan sistem pembayaran—suatu bentuk ketergantungan yang pada akhirnya bermuara pada kuasa algoritma dan struktur biaya yang ditentukan sepihak.

Funding Winter dan Kuasa Modal Asing

Di tengah grafik GMV yang terus menanjak, ada kurva lain yang justru bergerak turun: investasi ke startup digital Indonesia. Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mengingatkan bahwa puncak euforia justru sudah lewat.

“Pada 2021, investasi ke startup digital mencapai sekitar Rp144 triliun. Tahun 2022 turun menjadi sekitar Rp63 triliun, dan pada 2023–2024 cenderung melemah,” kata Nailul, dalam paparan Outlook 2025: Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, pada 30 Januari 2025.

Pos terkait