Dubes “Ditolak” di Gerbang Khamenei: Benar Protokol Mendadak, atau Diplomasi yang Kehilangan Nyali?

ILUSTRASI - Diplomasi kadang gagal bukan karena pintu tertutup, melainkan karena sikap datang terlambat.

Indonesia juga perlu merumuskan kerangka sikap yang lebih jelas terhadap konflik AS-Israel-Iran, agar keputusan protokoler seperti ini tidak dibaca publik sebagai sinyal ambigu di tengah perang yang masih berlangsung. 

Terakhir, momentum pemakaman 9 Juli sebaiknya dipakai bukan sekadar untuk hadir, tapi untuk menegaskan ulang secara eksplisit komitmen hubungan bilateral 75 tahun, agar insiden ini tak meninggalkan bekas kecurigaan di Teheran.

Pada akhirnya, dalam diplomasi, diam adalah pesan. Level pejabat yang dikirim adalah pesan. Dan pertanyaan yang tersisa bukan lagi soal pagar Grand Mosalla, melainkan soal apa yang sebenarnya ingin disampaikan Indonesia kepada dunia — dan kepada dirinya sendiri.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan