5 Makanan Pemicu Kolesterol Tinggi yang Bisa Menyumbat Arteri, Nomor 1 Sering Dikonsumsi

Makanan Penyumbat Arteri Jantung
Ilustrasi donat. - Pixabay
Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan rutin berolahraga, tetapi juga melalui pola makan yang sehat. Salah memilih makanan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memicu penyumbatan arteri, yang berujung pada penyakit jantung dan stroke.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa selain memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan dan antiinflamasi, masyarakat juga perlu membatasi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan natrium tinggi.

Ahli jantung Bhaskar Semitha serta pakar nutrisi Mary Sabat, Lisa Andrews, dan Susan Schachter mengungkap sejumlah makanan yang sebaiknya dibatasi karena berisiko meningkatkan kolesterol dan menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.

Berikut lima makanan yang dapat memicu penyumbatan arteri:

Bacaan Lainnya
1. Pizza Frozen

Pizza beku atau frozen pizza mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi, terutama berasal dari keju dan topping olahan seperti sosis atau daging olahan.

Menurut Dr. Bhaskar Semitha, kandungan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang kemudian menumpuk di dinding arteri.

Ketika arteri menyempit, aliran darah menuju jantung menjadi terganggu dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Sebagai alternatif, ia menyarankan mengonsumsi pizza buatan sendiri dengan bahan yang lebih sehat, seperti roti gandum utuh, sayuran segar, dan keju rendah lemak.

2. Donat

Donat menjadi salah satu camilan favorit banyak orang, tetapi makanan ini mengandung tepung olahan, gula, dan lemak dalam jumlah tinggi.

Pakar nutrisi Lisa Andrews mengatakan kombinasi bahan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes, yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

“Jika ingin mengonsumsi donat, batasi porsinya dan hindari jenis yang berisi krim karena mengandung lebih banyak lemak,” ujarnya.

3. Daging Asap

Daging asap atau bacon memiliki kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi.

Menurut Andrews, lemak jenuh dapat mendorong hati memproduksi lebih banyak kolesterol sehingga mempercepat proses aterosklerosis atau pengerasan arteri.

Sementara kadar garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah beban kerja jantung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan