Kandungan lemak jenuh serta kolesterol jahat (LDL) dalam minyak goreng dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung.
4. Obesitas
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dampak buruk kol goreng selanjutnya adalah dapat menyebabkan obesitas.
Kol goreng sangat tidak dianjurkan bagi Moms yang ingin memiliki berat badan ideal.
Sayuran yang baik dikonsumsi untuk penambah serat ini, setelah digoreng justru dapat menambah berat badan.
Kol yang digoreng otomatis akan mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat lantaran dapat menyerap kandungan tidak sehat dari minyak.
Jika Anda mengonsumsinya dalam porsi banyak atau frekuensi yang sering, risiko untuk mengalami kenaikan berat badan semakin tinggi, sehingga berisiko terkena obesitas.
5. Tidak Baik untuk Kulit
Selain itu, dampak buruk kol goreng selanjutnya berkaitan dengan kesehatan kulit. Kol goreng tidak baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit.
Pada dasarnya, kulit membutuhkan ragam nutrisi yang terkandung dalam sayur kol. Namun jika kol digoreng, nutrisi tersebut akan hilang.
Menggoreng kol juga dapat membuat dapat membuat kulit mudah berminyak dan berjerawat.
Kol goreng juga akan menambah sel mati pada kulit, sehingga meningkatkan risiko penuaan dini.
6. Merusak kandungan Nutrisinya
Kol sangat kaya akan nutrisi. Seratus gram kol segar mengandung 2,1 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 3,6 gram karbohidrat. Sayuran ini juga kaya serat, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin K, serta mineral seperti kalsium, fosfor, dan mangan.
Sayangnya, proses menggoreng suhu tinggi bisa merusak nutrisi, seperti dilansir dari studi Journal of Agricultural and Food Chemistry. Mengukus, merebus, dan menumis merupakan cara memasak yang lebih sehat untuk menjaga nutrisi sayuran.





