Diusung Nasdem sebagai Capres adalah Kesempatan Kedua Anies setelah Gagal 10 Tahun Lalu

Didukung Nasdem maju Pilpres 2024

Nama Anies sempat muncul sebagai bakal capres dalam Rapat Kerja Nasional II Partai Nasdem di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada 15 sampai 17 Juni 2022 lalu. Saat itu terdapat tiga nama yang direkomendasikan oleh para peserta yang hadir untuk dipertimbangkan sebagai Capres 2024 yang akan diusung Nasdem. Selain Anies, dua nama lain yang muncul adalah Ganjar Pranowo dan Jenderal Andika Perkasa.

Dan saat ini Nasdem sudah menentukan sikap dan akan mengusung Anies sebagai Capres. Namun, mereka harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa lolos dari presidential threshold. “Pilihan Capres Nasdem adalah yang terbaik daripada yang terbaik. Inilah akhir Nasdem memberikan seorang sosok Anies Baswedan,” ujar Ketau Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin, 3 Oktober 2022.

Bacaan Lainnya
Partai NasDem ketika mengumumkan Anies Baswedan sebagai Capres yang mereka usung, Oktober 2022. (Dok. Ist.)

Paloh mengungkapkan alasannya memilih Anies sebagai capres 2024. “Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya: Why not the best?” kata dia.

Anies, yang hadir dalam deklarasi itu, menyatakan menerima tawaran Partai Nasdem dan Surya Paloh. “Kami siap Calon Presiden. Dengan mohon ridha Allah dan seluruh kerendahan hati, kami terima demi bangsa Indonesia,” ujar Anies.

Dia menyatakan menerima ajakan Nasdem setelah mendengar pikiran yang disampaikan oleh Paloh perihal Bangsa Indonesia. Dia mengaku diajak Paloh untuk memperbaiki permasalahan Indonesia sekaligus meneruskan apa-apa saja yang belum dikerjakan.

“Dengan mohon doa semua, dengan berharap rida petunjuk, insya Allah perjalanan panjang ini tidak jadi perjalanan berat, tapi jadi perjalanan ringan, penuh kemudahan. Tuhan yang berikan siapa yang dia kehendaki, dan ialah yang memiliki kuasa,” kata dia.

Akankah jalan Anies lebih mulus di percobaan keduanya ini? Kita lihat saja. Yang jelas, saat ini dia kembali mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat—yang kemungkinan akan berkoalisi secara resmi dengan Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera alias PKS.

(Toni | Diolah dari Berbagai Sumber)

 

 

Pos terkait