Dijajah Belanda tapi Masyarakat Indonesia Tak Bisa Bahasa Belanda, Ini Sebabnya

“Snouck Hurgronje, salah satu pejabat pemerintah kolonial, pernah mengatakan bahwa, ‘Masalah kebudayaan tidak usah dipaksa. Biarlah bertumbuh dengan sendirinya, tanpa menghilangkan budaya lokal’,” ujar Reinhart.

Dua sikap Belanda ini berlangsung dari mulai fase eksploitasi tanam paksa di tahun 1839 hingga pertentangan politik balas budi atau politik etis di tahun 1900-an.

Orang Belanda hanya fokus kepada aspek ekonomi dan tidak mau merusak kebudayaan lokal. Apalagi, pada masa politik etis diterapkan, pada masa itu menginvasi budaya lain dinilai tidak baik.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, bukan berarti penduduk lokal tidak boleh mengadopsi kebudayaan Barat. Karena Belanda sendiri sebenarnya tidak tertutup soal itu dan banyak penduduk juga mengadopsi kebudayaan Belanda.

Walaupun tidak bisa berbahasa Belanda, menurut Reinhart, orang Indonesia seharusnya tidak perlu kecewa. Sebab, bahasa Belanda bukan bahasa pergaulan internasional.

*Foto utama: Salah satu bentuk dialog antara orang-orang Belanda dengan orang Indonesia di masa penjajahan. (Dok. Istimewa)

(Farhan)

Pos terkait