Deni Wicaksono, Politisi Muda Asal Gresik yang Terpilih Jadi Pimpinan Termuda DPRD dalam Sejarah

Deni Wicaksono. (Istimewa)
Deni Wicaksono, politisi muda asal Gresik, terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2024-2029 dan menjadi pimpinan DPRD termuda dalam sejarah.

Dia dikenal sebagai aktivis yang vokal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, sejak kuliah hingga di panggung politik kini.

“Mohon doanya, semoga tugas ini bisa kami jalankan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Deni dalam keterangan resmi, dikutip Ahad (13/10/2024).

Deni lahir di Gresik pada 18 Juli 1981, dan berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya lulusan SMP dan pensiun sebagai PNS pangkat rendah. Ibunya hanya bersekolah hingga kelas tiga Sekolah Rakyat.

Bacaan Lainnya

“Bapak dan Ibu mengajarkan arti kerja keras ke anak-anaknya. Beliau mungkin berpendidikan rendah, tapi ingin anaknya bersekolah setinggi mungkin,” tutur Deni.

Menghabiskan masa kecil di kota kelahirannya, dari tingkat TK, SD dan SMP, Deni kemudian melanjutkan pendidikan tingkat SMA di SMAN 9 Surabaya.

“Saat SMA, saya menumpang bus antar jemput milik PT. Petrokimia atau naik angkutan kota Surabaya-Gresik setiap hari,” ujar Deni.

Setelah lulus dari SMA, Deni diterima di kampus negeri impiannya, yaitu Universitas Airlangga (Unair). Dan berkuliah di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP). Ia bertekad untuk kuliah di kampus negeri agar orang tuanya tidak berat menanggung biaya kuliahnya.

Selama menempuh pendidikan di Unair, Deni kenyang pengalaman sebagai aktivis yang mengadvokasi berbagai persoalan masyarakat. Ia bergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Deni juga dipercaya menjadi Presiden BEM FISIP Unair dan Ketua Presidium BEM Unair 2004-2005.

Keterbatasan tetap menghantui Deni selama kuliah. Bahkan, ia harus rela diusir oleh ibu kos karena tak mampu lagi membayar uang sewa.

“Saya diusir dari tempat kos karena tidak mampu bayar uang sewa. Akhirnya saya bawa baju dan buku-buku ke Komisariat GMNI dan kadang tidur sekretariat BEM, namanya Student Center FISIP UNAIR. Saya menumpang tidur di sana” ujar Deni.

Meski menghadapi situasi getir, Deni tak minder dan tak mau menyerah. Justru dari peristiwa diusir tersebut, dia bertekad untuk terus berjuang dan belajar dengan baik.

Pos terkait