Kabar haru dan menggembirakan datang dari puluhan warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang melaksanakan ibadah umrah bersama-sama. Realisasi ibadah yang rupanya diawali dengan ‘candaan’.
Kedatangan tamu Allah yang berjumlah 35 orang ke Tanah Suci Mekkah tersebut merupakan hasil manis yang dituai karena mereka sudah menabung bersama-sama sejak 2018 silam.
Berdasarkan keterangan panitia pemberangkatan jamaah umrah, Supriyanto, inisiatif mengadakan umrah bersama satu desa ini bermula saat digelar ziarah ke makam aulia.
Dalam obrolan di dalam bus mereka bercanda akan berangkat ke tanah suci bersama. “Awalnya hanya candaan, enak kayaknya umroh bersama warga satu desa,” ujar Supriyanto, dikutip Ahad (13/10/2024).
Dari candaan itu, kata Supriyanto, ternyata diseriusi oleh pengurus Ranting NU Genukwatu, dengan membentuk tim yang bertugas mengumpulkan uang sebagai tabungan.
“Tidak sedikit warga yang tertarik dan mengikuti kegiatan menabung untuk bisa pergi umrah bersama. Uangnya ditabung semampunya, ada yang Rp50 ribu, Rp100 ribu, pokoknya semampunya,” jelas Supriyanto.
Setelah lima tahun menabung Ranting NU Genukwatu pada tahun 2023 berhasil memberangkatkan 55 jemaah. Pada kloter kedua tahun ini, panitia kembali mengantarkan anggotanya sebanyak 35 jemaah.
“Saat ini masih ada antrean seratus lebih. Mereka antre sambil menabung,” ucap Supriyanto.

Rencananya, panitia akan memberangkatkan seluruh peserta arisan secara bergantian. Warga yang tabungannya sudah memenuhi biaya keberangkatan bisa langsung mengambil antrean untuk berangkat bersama rombongan.
Nur Mahmudi, salah satu peserta umrah massal mengatakan dirinya menabung sejak lima tahun kemarin. Dia mengaku bekerja sebagai petani, di mana hal itu membuat dirinya harus menabung agar bisa umrah ke Tanah Suci Mekkah.




