Demi PBNU 1, Menag Nasaruddin Berani Lepas Jabatan?

Menag Nasaruddin Umar dan Rais Aam PBNU masa khidmat 2021-2026, KH. Miftahul Ahyar. - Kemenag

​”Kalau seluruh PCNU se-Sulawesi Selatan solid mendukung Prof. Nasaruddin Umar, maka beliau berpotensi menjadi tokoh kedua dari luar Jawa yang memimpin PBNU setelah KH. Idham Chalid,” ungkap Makmur, dikutip dari Tribun-timur.com. Ia menyoroti bahwa momentum ini bisa menjadi simbol kebangkitan kader dari luar Pulau Jawa.

​Makmur juga membeberkan bahwa suara kawasan timur kini mulai elit PBNU perhitungkan secara serius. Hal ini terbukti dari agenda sejumlah tokoh sentral, seperti KH. Zulfa Mustafa dan Gus Yahya, yang menjadwalkan pertemuan konsolidasi dengan pengurus PCNU se-Sulawesi Selatan di Makassar menjelang pertengahan Mei 2026. Situasi ini menegaskan bahwa Sulawesi Selatan telah berubah menjadi poros kekuatan strategis, bukan sekadar wilayah pelengkap.

​Arena Muktamar PBNU selalu menyajikan dinamika politik yang unik dan sulit tertebak. Modal intelektual dan popularitas memang mampu membuka pintu komunikasi. Namun pada akhirnya, kemenangan sejati di panggung Nahdlatul Ulama tetap bergantung pada kelihaian merajut konsolidasi bersama para kiai dan membangun komunikasi tulus dari hati ke hati.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait