Aksi di Jakarta dimotori BEM UI yang disebut menurunkan massa dari 15 fakultas. “Ketika harga kebutuhan hidup terus naik, rupiah terus melemah, dan kritik terus dibungkam, rakyat tidak punya banyak pilihan selain bersuara,” tulis pernyataan tersebut.
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 6.088 personel gabungan TNI-Polri di sejumlah titik Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan personel ditempatkan di kawasan DPR-MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, hingga Cikini Raya. “Pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman dan tertib,” kata Budi dikutip dari Kompas TV.
Ekonom Nilai Prospek Fiskal Mulai Membaik
Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah terjadi seiring mulai meredanya kekhawatiran pasar terhadap prospek fiskal Indonesia.
Menurutnya, pelemahan harga minyak global serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax membantu mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal pemerintah.
“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” ujar Josua kepada Antara.
Ia menilai kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa defisit fiskal Indonesia akan lebih terkendali sehingga memberikan dukungan positif terhadap rupiah dan pasar obligasi domestik.***





