Dari Patungan Rakyat, 97 Rumah Gratis Berdiri Serentak

Ilustrasi. - Samudrafakta

Di Pati, Jawa Tengah, Sherly—bocah lima tahun yatim piatu—bisa tidur nyenyak bersama neneknya yang buruh tani di rumah baru. Di Bekasi, Nenek Rokiyah (70) menutup masa tuanya lebih tenang setelah rumah 3×6 meter yang ditempati enam orang keluarganya diganti bangunan kokoh. 

Bahkan di Gorontalo, meski bukan basis OPSHID, sebuah rumah tetap berdiri. Semua itu hasil urunan tanpa batas wilayah.

Gerakan ini menolak menyebut diri sebagai penggalangan donasi. OPSHID lebih suka menyebutnya gotong royong untuk Indonesia Raya. Setiap rupiah yang dikumpulkan dianggap amal jariyah, setiap bata yang dipasang adalah bukti cinta tanah air.

Bacaan Lainnya

Nama Fatchan Mubina diambil dari QS Al-Fath:1, artinya kemenangan nyata. Filosofinya sederhana: kemenangan sejati bukan soal siapa yang berkuasa, melainkan siapa yang mau peduli. Ketika 97 rumah berdiri, kemenangan itu bukan milik satu orang atau organisasi, melainkan seluruh rakyat yang ikut berpatungan.***

Pos terkait