Kedua orang bermasker tersebut dilaporkan membakar kaus dan sisa barang bukti di tempat sampah. Mereka sengaja merusak barang bukti berupa besi peninju agar sulit dilacak pihak berwenang.
Pelaku lantas meninggalkan mobil berisi mayat dengan kepala terbungkus plastik hitam tersebut. Sebagian barang curian dibiarkan acak-acakan di dalam kabin mobil yang tidak dikunci.
Bodia menegaskan para tersangka akhirnya melarikan diri menggunakan jasa ojek daring akibat panik saat mengurus jenazah.
”Jadi ada kebingungan juga dari mereka. Akhirnya mereka tinggalkan saja karena darah sudah sempat menggenang di belakang mobil,” ujar Bodia.***





