Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/ 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 berdampak signifikan proyek-proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, ada efisiensi anggaran hingga Rp81,38 triliun di kementerian yang dia pimpin, sehingga total anggaran Kementerian PU tahun 2025 ini hanya Rp29,57 triliun. Angka itu berkurang 80 persen dari tahun sebelumnya.
Mepetnya alokasi ini berimbas pada pembatalan sejumlah proyek infrastruktur. Berikut daftarnya:
1. Bidang Sumber Daya Air (SDA): Rp 27,72 Triliun
- Pembangunan 14 unit bendungan, 1 Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh, serta revitalisasi danau dan situ.
- Pembangunan 9.550 hektare dan rehabilitasi 29.000 hektar jaringan irigasi.
- Pembangunan prasarana air baku (kapasitas 1,25 meter kubik per detik).
- Pembangunan pengendali banjir (19 kilometer), pengaman pantai (4,5 kilometer), pengendali lahar dan sedimen.
- Operasi dan pemeliharaan infrastruktur dan P3TGAI (12.000 lokasi).
- Pengadaan tanah.
- Dukungan manajemen dan teknis lainnya.
2. Bidang Bina Marga: Rp 24,83 Triliun
- Pembangunan jalan (57 kilometer) serta peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan 1.102 kilometer jalan
- Pembangunan dan duplikasi jembatan (5.841 meter), jembatan gantung, dan preservasi jembatan (126.000 meter)
- Pembangunan flyover/underpass dan terowongan (94 meter)
- Pembangunan jalan bebas hambatan (7,36 kilometer)
- Preservasi rutin jalan (47.603 kilometer), jembatan (563.402 meter) dan padat karya (24.600 tenaga kerja)
- Dukungan teknis dan manajemen.
3. Bidang Cipta Karya: Rp 7,75 Triliun
- Pembangunan dan peningkatan SPAM (40 liter per detik), perluasan SPAM (863 sambungan rumah), dan IBM (Pamsimas 600 lokasi)
- Sistem Pengelolaan Air Limbah (10.240 kepala keluarga), persampahan (9.540 kepala keluarga), dan IBM (Sanimas 1.400 lokasi, LPK 825 lokasi, dan TPS3R 100 lokasi)
- Pengembangan kawasan (118,5 hektar), penataan kawasan pariwisata (3,0 hektar), dan IBM (PISEW 900 lokasi)
- Bangunan gedung (9 unit), penataan bangunan dan lingkungan (13 kawasan)
- Dukungan manajemen dan teknis lainnya.
4. Bidang Prasarana Strategis: Rp 20,69 Triliun
- Fungsi pendidikan: PHTC pendidikan (sekolah 9.300 unit dan madrasah 2.034 unit), dan rehabilitasi dan renovasi perguruan tinggi atau keagamaan (9 unit)
- Fungsi permukiman: rehabilitasi, renovasi pasar (2 unit), prasarana olahraga (3 unit), dan prasarana lainnya (4 unit)
- Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya: Rp 0,39 Triliun
- Layanan manajemen, perencanaan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengawasan, pembinaan konstruksi, dan pembiayaan infrastruktur. ***





