Untuk menjaga kejutan taktis, pesawat umpan diterbangkan ke arah barat melintasi Samudra Pasifik. Sementara itu, pesawat penyerang utama terbang ke arah timur dengan komunikasi minimum selama 18 jam penerbangan.
Pada pukul 17.00 EST atau sekitar pukul 01.30 waktu Iran, kapal selam AS di kawasan Timur Tengah meluncurkan lebih dari 20 rudal Tomahawk, menghantam target permukaan di Isfahan. Tak lama kemudian, pukul 18.40 EST, pesawat B-2 mulai menjatuhkan bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP) di Fordow dan Natanz.
Ketiga lokasi diserang secara beruntun dalam waktu 30 menit, yakni antara pukul 18.40 hingga 19.05 EST atau sekitar pukul 01.30 hingga 02.10 dini hari waktu setempat. Gelombang terakhir rudal Tomahawk menutup operasi dengan menyasar Isfahan.
Total, lebih dari 125 pesawat dikerahkan dalam serangan ini, termasuk pengebom B-2, jet tempur, pesawat tanker, pesawat pengintai, dan tim pendukung. Pentagon menyebutnya sebagai operasi B-2 terbesar dalam sejarah AS sekaligus misi terlama kedua pesawat pengebom siluman tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, militer AS telah meningkatkan pengamanan di berbagai pangkalan di kawasan Timur Tengah. Serangan ini dikhawatirkan akan memicu aksi balasan dari Iran yang menganggap langkah AS sebagai bentuk agresi militer terbuka.
Di Mana Lokasi Nuklir Iran?
Program nuklir Iran tersebar di sejumlah lokasi strategis. Meski Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai—seperti penelitian energi dan medis—AS dan Israel tetap menaruh curiga tinggi.
Ketegangan meningkat sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir 2015 pada tahun 2018. Israel, yang sejak awal menolak kesepakatan itu, menyatakan siap mencegah Iran memiliki senjata nuklir dengan cara apa pun. Pada 13 Juni, sehari sebelum perundingan nuklir putaran keenam, Israel melancarkan serangan ke beberapa fasilitas Iran.
Fordow yang Dikubur dalam Gunung
Pabrik Fordow, yang berjarak sekitar 95 km dari Teheran, dibangun jauh di dalam gunung. Kedalamannya mencapai 80–90 meter, dirancang untuk tahan dari serangan udara dan bom bunker. Berdasarkan pantauan lembaga pemeriksa fakta Sanad milik Al Jazeera, terlihat tiga titik kerusakan utama: dua kawah besar akibat bom bunker dan satu situs pertahanan udara yang terkena dampak.





