BSU 2025 senilai Rp600.000 belum cair hingga akhir Juni. Kemnaker minta agar calon penerima sabar, karena masih dalam proses validasi data. Publik mendesak kepastian, guru honorer juga ikut menanti.
__________
Menjelang akhir Juni 2025, penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) belum juga terlihat wujudnya. Publik ramai bertanya di media sosial: kapan BSU cair?
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hanya meminta masyarakat bersabar, seraya menegaskan bahwa ketepatan penyaluran lebih diutamakan ketimbang kecepatan.
Padahal, sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2025, BSU seharusnya diberikan untuk dua bulan sekaligus—Juni dan Juli—dengan nilai Rp 300.000 per bulan. Artinya, setiap penerima berhak atas total Rp 600.000 yang sedianya dijanjikan akan cair sebelum pekan kedua Juni.
Namun hingga kini, realisasi itu belum tampak. Menteri Ketenagakerjaan sempat menyampaikan harapan bahwa BSU akan tersalurkan sebelum pekan kedua Juni, tanpa menyebut tanggal pasti. Kini, bulan sudah hampir berakhir.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, menjelaskan bahwa BSU 2025 masih dalam tahap pemadanan dan validasi data. Langkah ini dianggap penting untuk menghindari penyaluran yang salah sasaran.
Lewat akun Instagram resmi @kemnaker, pihak kementerian juga menanggapi kekhawatiran publik. Dalam balasannya kepada warganet, admin menyatakan proses finalisasi sedang dipercepat. “Jangan baper duluan… karena BSU itu butuh ketepatan, bukan kecepatan semata,” tulis admin akun tersebut, Jumat, 20 Juni 2025.
BSU 2025 sendiri ditujukan kepada sekitar 17,3 juta pekerja dan buruh bergaji di bawah Rp 3,5 juta, termasuk ratusan ribu guru honorer dari Kemendikbud dan Kemenag. Dalam pernyataannya di Instagram, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut BSU senilai total Rp 10,72 triliun akan disalurkan satu kali pada bulan Juni.
Kini, publik hanya bisa menunggu kabar resmi—dan berharap “gaspol finalisasi” dari Kemnaker benar-benar segera tuntas.***




