Sebelumnya, Penanggung Jawab Rumah Syukur wilayah Kudu di Jombang, Bagus Harianto, menyebut seluruh biaya pembangunan berasal dari swadaya. Biaya pembangunan satu unit rumah rata-rata mencapai Rp120 juta.
“Penggalian dana berasal dari sedekah pribadi anggota, ada yang berupa material dan kebutuhan lainnya,” kata Bagus.
Hingga pertengahan 2026, program yang telah berjalan selama lebih dari 24 tahun ini diperkirakan merampungkan total 2.367 unit rumah. Bantuan difokuskan bagi warga kurang mampu yang telah melewati proses tinjauan kondisi ekonomi dan sosial.
Ketua Umum DHIBRA Nyai Shofwatul Ummah menjelaskan, penyediaan rumah tipe 36 ini merupakan bentuk kontribusi sosial warga Shiddiqiyyah dalam memajukan kesejahteraan.
“Pembangunan rumah syukur ini bertujuan memberikan kebahagiaan bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal layak. Warga Shiddiqiyyah ingin ikut serta mewujudkan tujuan berdirinya NKRI, yaitu memajukan kesejahteraan umum,” kata Nyai Shofwatul Ummah.***





