Beberapa Lembaga Survei Sebut Warga NU Paling Banyak Pilih PDIP dan Ganjar

Survei tersebut diadakan pada 15-21 Juli 2023—ketika PKB masih bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra. Populasi survei adalah seluruh warga Indonesia berusia 17 tahun atau lebihatau sudah menikah. Total respondennya ada 1.811 orang, dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahannyasekitar 2,35 atau 2,4 persen.

“Berdasarkan kedekatan dengan ormas Islam, yang merasa dekat dengan NU lebih banyak lari ke Mas Ganjar. Padahal,Mas Ganjar sendiri dari PDIP. Sedangkan Pak Prabowo didukung dari segmen NU 31,6 persen, meskipun didukung oleh partai NU, yaitu PKB,” tutur Peneliti Utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi, 18 Agustus lalu.

Sementara Hendro Prasetyo, peneliti utama Indikator Politik Indonesia, mengatakan bahwa sebanyak 40,3 persen warga PKB memilih Ganjar.

“Kita lihat, tidak kalah menarik, di sini 40,3 persen warga PKB memilihnya Pak Ganjar. Padahal, kita tahu PKB salah satu pengusung Pak Prabowo sejak awal, namun yang memilih baru 30,5 persen,” ujarnya kala itu.

Di sisi lain, seorang aktivis NU di Kota Depok, Jawa Barat, mengaku bingung dengan kesediaan Cak Imin menjadi bacawapres Anies Baswedan. “Masyarakat akar rumput NU bingung. Kenapa orang NU mau menjadi wakil Anies? Kayak buah simalakama. Susah menjelaskan ke warga NU kultural,” curhat aktivis yang enggan dituliskan namanya itu kepada Samudra Fakta, Senin, 4 September 2023.

Menurut dia, pemilih PKB identik dengan santri, sedangkan pemilih Anies dari kelompok yang berseberangan dengan mindset santri. Itulah yang, menurutnya, bikin akar rumput NU di Kota Depok heran.

(Wijdan)

Pos terkait