Banyak Lokasi Kopdes di Luar Nalar, Pemerintah Hanya Hitung yang Viral

Bangunan Kopdes Merah Putih di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang berada di tengah tambak ikan dan berdampingan dengan embung desa. Lokasinya berjarak sekitar 150-300 meter dari permukiman warga. Jalan menuju koperasi juga masih berupa tanah. Saat ini Kopdes Merah Putih Desa Langgenharjo sudah selesai dibangun dan tinggal menunggu peresmian. (Istimewa)

Di media sosial, sejumlah lokasi lain ikut disorot. Ada bangunan yang disebut berdiri di kawasan perbukitan, dekat pemakaman, hingga berada di area yang minim permukiman. Konten-konten itu menyebar cepat karena menghadirkan ironi yang mudah dipahami: gerai ekonomi dibangun, tetapi calon pengunjungnya harus lebih dulu menaklukkan medan.

Ferry mengatakan kementeriannya tidak akan mengabaikan keluhan tersebut. Pemerintah akan memverifikasi lokasi-lokasi yang dipersoalkan untuk menilai kelayakan akses dan kemungkinan perbaikan.

“Nanti kita pikirkan, kita carikan solusinya, tapi itu kan ada proses verifikasi-validasi melibatkan pemerintahan dan lembaga yang lain juga, dan kita akan kembali bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya,” ujar Ferry.

Bacaan Lainnya

Ia belum memastikan apakah bangunan yang dinilai kurang strategis akan dipindahkan. Keputusan akan diambil setelah verifikasi dan pembahasan dengan pemerintah desa serta warga.

Bangunan Sudah Ada, Operasional Menunggu

Pemerintah mengejar pembangunan puluhan ribu Kopdes Merah Putih sebagai simpul ekonomi desa. Koperasi itu tidak dirancang hanya sebagai toko, melainkan juga tempat penampungan produk warga, pergudangan, distribusi, layanan keuangan mikro, hingga sarana penggerak usaha desa.

Karena itu, lokasi bukan detail pelengkap. Bangunan dapat selesai lebih cepat daripada kebiasaan warga mendatanginya. Gudang dapat berdiri, tetapi hasil panen belum tentu datang sendiri. Gerai bisa dibuka, namun pembeli tetap memerlukan jalan yang masuk akal untuk sampai ke sana.

Ferry mengatakan pemerintah akan mencari jalan keluar untuk titik-titik yang dianggap kurang ideal. “Kita akan kembali bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya juga,” katanya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan