Banyak Buku yang Terbit Sebelum dan Sesudah “Penyambung Lidah Rakyat” Menyebut Sukarno Lahir Tahun 1902

Buku "Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" tulisan Cindy Adams kerap dijadikan rujukan utama data-data terkait Sukarno. (Foto: Istimewa)
JAKARTA—Banyak buku yang terbit sebelum dan sesudah buku Cindy Adams berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat (1965) menyebutkan jika Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno lahir pada tahun 1902. Fakta sejarah yang sepertinya perlu didiskusikan ulang.  

Sebagaimana catatan dalam sejarah arus utama Indonesia, Sukarno tercatat lahir tahun 1901. Salah satu rujukan kesimpulan tersebut adalah buku karya Cindy Adams berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

Dalam buku tersebut, Cindy—yang rupanya seorang kolumnis gosip asal Amerika Serikat (AS) bernama lengkap Cynthia Adams—menyebut Bung Karno lahir tahun 1901.

Bersamaan dengan kelahiranku, menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru. Menyingsing pulalah fajar dari satu abad yang baru, karena aku dilahirkan di tahun 1901,” demikian tulis Cindy Adams dalam bukunya.

Bacaan Lainnya

Beberapa buku yang terbit setelah buku Cindy juga ada yang menulis Sukarno lahir di Surabaya tahun 1901. Misalnya, buku karya Lambert Giebels berjudul Soekarno Biografi 1901-1950 (2001), buku Ayah Bunda Bung Karno karya Nurinwa Ki S. Hendrowinoto (2002), dan Soekarno Bapak Indonesia Merdeka Sebuah Biografi 1901-1945 karya Bob Hering, Yusuf Isak, dan Harsono Sutejo (2003).

Bonnie Triyana, sejarawan yang kini menapaki jalan politik bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), juga meyakini bahwa Sukarno lahir tahun 1901.

Ketua Badan Sejarah Indonesia dalam struktur DPP PDIP itu menganggap dokumen atau bukti otentik berupa buku induk Technische Hogeschool (THS) –yang merupakan cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB)—yang mencatat Sukarno lahir pada tahun 1902, itu keliru.

Menurut Bonie, buku induk THS mencatat Sukarno lahir pada 6 Juni tahun 1902 karena hal tersebut merupakan kebiasaan zaman dulu, di mana jika ada anak mau masuk sekolah, usianya sengaja dibuat muda atau bahkan dibuat tua.

“Mungkin sengaja dibuat muda. Serta kemungkinan besar data itu menggunakan data saat Sukarno bersekolah di HBS, yakni sekolah bumiputra yang didirikan pada zaman penjajahan Belanda,” kata Bonie, sebagaimana dilansir kumparan pada 10 Juni 2022.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Samudra Fakta, terdapat fakta bahwa beberapa buku yang terbit jauh sebelum buku Cindy Adams menyatakan Sukarno lahir tahun 1902, bukan 1901. Juga buku yang terbit pasca-Penyambung Lidah Rakyat.

Pos terkait