Bangun Ketahanan Kesehatan, RI Siap Ekspor Produk Farmasi ke Afrika

Sebagaimana dilansir indonesia.go.id, pada Selasa, 22 Agustus, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, setidaknya ada 220 perusahaan farmasi di Indonesia. Sebanyak 90 persen di antaranya berfokus pada sektor hilir dalam produksi obat-obatan.

Sementara itu, menurut data yang ada di Kementerian Kesehatan, hingga tahun 2021, terdapat 241 industri pembuatan obat-obatan, 17 industri bahan baku obat-obatan, 132 industri obat-obatan tradisional, serta 18 industri ekstraksi produk alami. Pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan peta jalan untuk mempercepat pembangunan industri farmasi, termasuk prosedur, sasaran pengembangan produk, dan jangka waktunya. Hal ini diharapkan dapat mendorong kemandirian industri farmasi.

Sejauh ini, Indonesia telah mengekspor produk farmasi serta perangkat medis ke berbagai negara, seperti Belanda, Inggris, Polandia, Nigeria, Kamboja, Vietnam, Filipina, Myanmar, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Sementara Kementerian Perindustrian melaporkan, nilai ekspor industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional mencapai USD635 juta pada 2020. Nilai ini naik 4,27 persen dari tahun sebelumnya, yang sebesar USD609 juta.

Bacaan Lainnya
(Farhan)

Pos terkait