PeduliLindungi sendiri sudah hampir tiga tahun diluncurkan. Aplikasi ini telah melalui perjalanan panjang dalam melayani masyarakat dengan berbagai fungsinya, yaitu:
1. Syarat Perjalanan Moda Transportasi
Satu tahun setelah diluncurkan, Pemerintah mulai 28 Agustus 2021 menerapkan PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan moda transportasi yang diberlakukan untuk seluruh moda transportasi, baik darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
Saat menggunakannya, aplikasi ini memiliki beberapa kegunaan cukup penting. Misalnya, membantu petugas memastikan proses validasi dokumen kesehatan di simpul transportasi secara digital sehingga lebih aman, cepat, mudah, dan sederhana.
Tak hanya itu, PeduliLindungi juga dapat meminimalkan kontak fisik lantaran tidak harus membawa dokumen kertas hasil tes Covid-19 atau kartu vaksinasi.
2. Data Pribadi Pengguna Dipastikan Aman
Meskipun sempat ramai dibicarakan bahwa aplikasi ini tak aman dalam mengelola data pengguna, tetapi PeduliLindungi telah melalui proses IT security assessment yang ketat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kemenkes dengan tegas pun memastikan bahwa tidak ada kebocoran data pada aplikasi PeduliLindungi lantaran data pribadi seluruh masyarakat Indonesia dijamin aman sesuai undang-undang yang berlaku.
3. Pengakuan Uni Eropa dan ASEAN
Mulai pada 11 Mei 2022, Uni Eropa mengesahkan penggunaan PeduliLindungi melalui implementing decision yang memuat pengakuan kesetaraan atas sertifikat dari Indonesia. Akibatnya, QR code yang ada di aplikasi ini pun dapat terbaca di 27 negara anggota Uni Eropa. WNI yang akan pergi ke Uni Eropa tidak lagi mendaftarkan QR Codenya secara terpisah karena sudah ada di PeduliLindungi.
Di sisi lain, dalam upaya interoperabilitas, Kementerian Luar Negeri dan Kemenkes melalui proses cukup panjang dengan EU Digital Covid Certificate Committee yang bersama-sama mengawal penyetaraan teknis dan aspek legalitasnya.
Mengutip Tempo.co, negara-negara anggota ASEAN pun telah mengakui sertifikat vaksinasi Covid-19 dalam PeduliLindungi. Pengakuan tersebut dibahas dalam pertemuan menteri kesehatan se-ASEAN ke-15 (15th AHMM) di Hotel Conrad, Bali pada 14 Mei 2022.





